Wednesday, September 13, 2006

Another Weekend

Sabtu lalu, ada beberapa agenda yang sudah gw bikin untuk dua hari ke depan (sabtu-minggu). Berawal dengan mengembalikan lima dvd yang gw pinjem dari mas Anggi, gw berniat meneruskan untuk servis motor di sekitar margonda. Rencana berikutnya adalah bertemu dengan agung di balairung ataupun MUI dan kemudian ke tempat edi. Siang atau sorenya, gw berharap bisa maen bola bareng anak-anak cs2k di stadion rektorat untuk sekedar berkumpul dan melepas keringat. Acara malam, apalagi kalo bukan maen ps, dota ataupun hanya sekedar nonton tv (ada dian sastro lho...) di kos edi. Dan acara penutup weekend adalah ke rumah sodara di pondok pucung untuk silaturahmi dan sekaligus menyampaikan pesanannya keesokan harinya.

Tapi apa yang terjadi? Dari balikin dvd sampai servis motor berjalan lancar. Tapi kemudian masalah mulai muncul ketika tidak ada satu kabar pun dari weekend warrior. Hanya ali yang dapat gw hubungi. Akhirnya gw janjian sama ali untuk ketemuan di MUI untuk jalan-jalan di balairung yang kebetulan lagi ada career expo. Kalo orang-orang yang datang mencari pekerjaan, kami datang untuk mencari mantan mahasiswi yang mencari pekerjaan (hahaha... ada ali gitu lho :p). Kalo orang-orang mencari stand-stand favorit yang berisi pekerjaan-pekerjaan menjanjikan untuk menyerahkan cv dan lamaran, kami mencari stand-stand yang penjaga-penjaganya menjanjikan untuk menyerahkan cv, surat lamaran dan slip gaji pada penjaga stand (ali banget... :p). Tapi... begitu melihat HTM yang seharga 20.000, kami jadi urung untuk masuk ke balairung (hahaha... gimana mau dapet li), sayang, itu uang bensin seminggu, pikir kami. Akhirnya kami hanya melihat stand-stand yang ada di luar. Tidak disangka, di luar kami bertemu bayu dan akhirnya kamipun ngobrol ngalor ngidul, tapi... tau kan temanya? Yah... apalagi kalo bukan kaum hawa :D

Sekitar pukul 2 kami kembali ke MUI untuk bertemu dengan agung. Di luar dugaan lagi, selain bertemu agung, gw juga bertemu dengan prio dan hendra. Kalo prio sih udah biasa ya, hehehe... lha wong satu kosan. Gw dan ali masih berharap ada weekend warrior yang menghubungi kami untuk bertarung. Panggilan sebenarnya sudah datang, tapi apa mau dikata, pasukan ternyata belum cukup untuk memulai sebuah pertarungan. Karena tidak ada satupun penghuni di kosan edi, akhirnya kami pun pulang ke alam masing-masing. Dalam perjalanan pulang, aresto menghubungi gw dan mengabarkan bahwa di sana telah siap satu batalyon pasukan yang bersiap menuju medan perang. Tapi... ternyata perlatan tempur masih tersimpan di gudang dan tidak ada satupun pasukan yang stand by di gudang persenjataan. Akhirnya peperangan pun dibatalkan dan gw melanjutkan perjalanan pulang.

Sampai di kos, kegiatan gw hanya nonton dvd naruto yang sampai saat ini sudah ada 12 dvd dari seri 1 sampai 198. Malamnya ada aming dan dian sastro yang pengen gw tonton. tapi sayang cuma aming yang sempat gw tonton. Waktu nonton aming gw ketiduran dan pas bangun sudah jam 22.30 an. Yah... dian sastronya abis. Ya udah, akhirnya gw cuma melanjutkan nonton naruto sampai jam 2 pagi. Puas!!! (biarpun sebenernya sudah pernah nonton :D)

Minggu paginya, karena agenda sebelumnya sudah dipastikan gagal, gw membuat agenda baru. Beres-beres kamar, nonton sinchan, dan survey kos. Dari jam enam-an sampai jam delapan-an gw beres-beres kamar dan kemudian mandi. Abis mandi nonton sinchan, dan jam 9 lewat dikit gw pun cabut buat survey kosan.

Gw mengawali survey dari jalan salemba tengah, masuk ke percetakan negara, dan berakhir di rawasari. Sampai by pass, gw balik lagi ke percetakan negara dan berbelok ke paseban. Di antara jalan-jalan yang gw lalui, sepertinya tempat yang cukup menarik adalah percetakan negara. Akhirnya gw pun kembali lagi ke percetakan negara dan memasuki jalan-jalan kecilnya. Di antara rumah-rumah yang bejibun itu, tidak satu rumahpun yang ada tulisan "Ada kamar kosong" atau "Terima kos". Mungkin lain kali gw harus bawa sendiri tulisan-tulisan itu. Kalo gw tertarik ama suatu rumah, gw tempelin rumah itu ama tulisan itu, terus gw tanya deh yang punya rumah, hehehe...

Sampai jam sebelas-an, gw belum dapet juga informasi kosan. Mungkin si pemilik kosan memang tidak menempel tulisan-tulisan itu yang berarti gw harus gerilya meinggu depan. Gw pun pulang tanpa hasil. Tapi setidaknya minggu depan sudah ada rencana dan target. Percetakan negara, gerilya door to door. Wait for me...

Tuesday, September 05, 2006

Internet aneh

Beberapa hari ini nggak bisa ngakses bloger. Anehnya yang error cuma bagian loginnya doank. Biarpun di refresh berkali-kali tetep aja kaya gitu. Baru kemarin aja mulai bisa kliatan.

Selain blogger, beberapa situs favorit juga nggak bisa diakses. Situs telkomsel sebagai referensi untuk mencari NSP beberapa hari nggak bisa diakses. Untungnya sekarang dah bisa lagi. Yang paling parah, situs referensi film-film baru yaitu 21cineplex nggak bisa diakses kira-kira satu-dua bulan yang lalu. Dan sampai sekarangpun masih nggak bisa diakses. Hiks... :( Jadi nggak punya referensi lagi. Ada yang tau referensi film-film baru di Indonesia?

Monday, August 28, 2006

Sibuk... Sibuk... Sibuk...

Yang lagi sibuk sebenernya bukan gw, tapi bagian IT. Tapi karena gw ada di bagian IT, jadi gw kecipretan sibuk juga.

Gara-garanya sih sepele, perusahaan mau pindah ke aplikasi baru (sepele pale lu atu!). Jadi harus nyiapin data-data dulu. Data-data di aplikasi lama yang diperlukan harus dipindah entah itu dengan cara migrasi (sintak sql) ataupun lewat excell. Proses inilah yang cukup menyibukkan, kerjaan-kerjaan reguler yang tidak termasuk project ini harus 'disingkirkan' terlebih dahulu. So... kayanya harus siap-siap kalo-kalo tiba-tiba (kebanyakan kata ulangnya euy :p) sabtu di suruh masuk. Klimaksnya, libur akhir taun yang (biasanya) kurang lebih dua minggu, bisa jadi tinggal mimpi. Hiks, padahal pengen libur panjang euy, biar bisa jalan-jalan ke rumah-rumah sodara yang jauh-jauh. Silaturahmi, sekalian refreshing.

Yah... liat aja nanti deh... Asal masih bisa ngeblog, OK lah, hehehe...

Lowongan

Seorang karyawan (perusahaan manufaktur) yang sedang berkembang membutuhkan tempat kos untuk ditempati kira-kira setelah lebaran tahun ini. Kos tersebut harus memiliki spesifikasi:

General:
- Fresh graduates are welcome
- Biaya negotiable

Mandatory:
- Menyediakan tempat tidur dan lemari pakaian
- Air lancar untuk sekedar mandi dua kali sehari + keperluan solat
- Listrik OK untuk penggunaan 600-1000 watt (tidak mudah turun)
- Relatif luas (cukup untuk ditempati tempat tidur, lemari pakaian, meja, rak / lemari buku, dispenser, stand fan, lemari es, dan menyisakan ruang sekedar untuk selonjor)
- Berada di dekat cempaka putih, gambir, dan senen
- Berada di depan jalan yang bisa dilewati mobil

Optional:
- Menyediakan tempat + sarana olah raga
- Menyediakan 'dapur umum'
- Berada di dekat masjid

Bagi peminat diharapkan menghubungi secepatnya.

***

Wakzz! Aneh ngga? Gw belum pernah liat ada blog yang memuat lowongan. Jadi nggak ada salahnya kalo gw mencoba :p. Sebenernya sih minat untuk pindah kos sudah muncul beberapa bulan yang lalu. Salah satu penyebabnya adalah karena 'daya jelajah' yang mulai melebar karena adanya 'si merah hitam'. Apalagi kalo dibandingkan dengan yang lain, angka 5000 km mungkin dicapai dalam waktu 2-3 bulan saja. Tapi, buat gw 5000 km dicapai dalam waktu 6-7 bulan. Lihatlah betapa lemah daya jelajah si merah hitam. Karena itulah gw mulai merubah standar 'dekat' untuk jarak kos-kantor, hehehe... dan akhirnya, gw jadi memutuskan untuk pindah kos. Apalagi satu dari dua temen kos gw sudah menikah dan pindah rumah sementara yang satunya juga (kabarnya) akan menikah juga dan (seharusnya) juga pindah kos. So, nggak ada salahnya kalo gw 'break the rule'. Maksudnya, kalo temen-temen pada pindah karena menikah, maka gw harus mengubah kebiasaan itu (halah, ngeles aja, hehehe...)

Thursday, August 24, 2006

Akhirnya...

Dua bulan sudah gw mengikuti training Functional SAP (module FICO). Yang pasti ada banyak cerita selama dua bulan itu. Gw jadi makin repot, karena harus meng-handle beberapa aktifitas kegiatan sekaligus. Training, kerjaan rutin (HRIS), dan kerjaan tambahan (tes AHMPS dan pembuatan SAP Functioanl Spec).

Berat! Pasti donk, tapi selama dua bulan itu selain makin banyak aktifitas, gw juga makin banyak nge-game :D. Lumayan, mumpung lagi di ruang training yang bebas hambatan :D. Tapi selama dua bulan itu ada satu aktifitas yang berkurang, yaitu ngeblog. Dan sekarang, peluncuran artikel ini sekaligus menandai bahwa gw sudah siap lagi untuk ngeblog.

Go... Go... Go... Blog!!!

Monday, July 17, 2006

Mengenal Lebih Dalam

Buat para pengunjung blog, mungkin masih ada yang mengenal gue baru dari sisi luarnya aja. Dan sekarang, saatnya elo-elo semua mengenal gue lebih dalam.

Kebetulan tadi pagi gue abis Medical Checkup (MC), acara rutin tahunan di kantor. Dan berikut ini cuplikan hasil MC yang sempat gue liat supaya elo-elo pada mengenal gue lebih dalam lagi. Benar-benar 'dalam' lho... :))

Nama : Arif Irawan (dari lahir sampai sekarang, belum ada niatan ganti ato nambah nama beken)
Jenis Kelamin : Laki-laki (100% bo!)
Tinggi / Berat : 174 cm / 70 kg (Untuk pertama kalinya menembus kepala tujuh)
Tekanan darah : 120/70 (normal kan?)
Denyut nadi : 80 (detak / permenit, bisa lebih tinggi kalo yang ngukur penagih utang, supervisor yang nungguin kerjaan gue, atau... ehem... *OOT, ga perlu dibahas*)
Ukuran kacamata (L/R) : 3,75/3,50 (pas, nggak bisa kurang)
Golongan darah : O (nggak ada di form MC, mulai ngelantur. Tapi beneran goldarnya O)
Donor Darah : Sekali (makin ngelantur)
Status : Terdaftar (udah ah! makin nggak jelas)


Kejadian unik
Waktu lagi nungguin tes dokter, gue liat ada operator yang nggak keluar darahnya waktu mau diambil sample darahnya buat tes darah. Jarumnya dah masuk kok. Nggak tau karena darahnya takut keluar atau emang tuh orang merupakan operator berdarah dingin, hihihi...

Selain operator berdarah dingin, ada juga kejadian lain yang jarang terjadi. Seorang operator (entah kenapa?) terlihat lemas / mau pingsan ketika akan diambil darahnya. Masa sih operator takut jarum suntik sampai mau pingsan? Sampai selesai proses MC, gue nggak tau penyebab lemasnya operator tersebut.

Meskipun kedua kejadian unik di atas merupakan kejadian yang jarang terjadi, tidak berarti sesuatu yang sering terjadi tidak dapat menjadi kejadian yang unik. Secara kebetulan, gue dapat jadwal MC bareng Dino, Senin pagi (17 Juli 2006). Karena gue datang bareng Dino, jadi nomor pendaftaran kami pun cuma beda satu. Setelah menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan, gue mendaftar untuk tes tekanan darah. Kebetulan Dino juga mendaftar sebelum gue. Eh, waktu gue lagi nungguin giliran, tau-tau ada bapa perawat yang manggil gue, "Silakan Pa Dino, periksa tekanan darah." Karena ini bukan kejadian pertama, gue pun nggak heran lagi dan langsung memanggil Dino yang berada nggak jauh dari gue.

Makanya pa perawat, lain kali ati-ati kalo manggil orang :))
Masa gue harus bawa poster yang tulisannya "Saya Arif", kayak pendukung AFI atau Indonesia Idol aja.

Wednesday, July 12, 2006

Pro Kontra

Pro Kontra dalam kehidupan ini memang sudah biasa. Seperti layaknya hitam dan putih, pertemuan dan perpisahan, pro dan kontra juga merupakan sepasang makhluk yang turut mewarnai kehidupan ini.

Salah satu kasus yang sedang hangat saat ini misalnya kasus 'Banteng Gundul'. Bahkan pers di Perancis sendiri ada yang membela Zidane namun ada pula yang 'memaki-maki' dewa bola tersebut. Kasus seperti ini sebenernya hal yang biasa juga di lapangan hijau. Masalahnya sekarang apa penyebab insiden serudukan tersebut. Dugaan kuat sementara adalah soal makian yang bernuansa rasis. Dan FIFA sebagai badan tertinggi sepakbola sekarang sedang mengusut kasus yang minimbulkan pro kontra ini.

Namun ada satu kasus yang cukup menarik yang baru saya baca di detiknet, yaitu kasus yang melibatkan salah satu perusahaan jasa telekomunikasi. Kasus ini kabarnya berawal dari insiden 'salah cetak'. Tarif yang tertera pada brosur yang beredar ternyata tidak sama dengan tarif yang berlaku sebenarnya. Akibatnya, seorang pelanggan yang merasa dirugikan dengan 'penipuan' tarif tersebut menggugat perusahaan tersebut. Karena 'penipuan' itu pelanggan telah dirugikan sebesar Rp 9.851 secara materil dan immateril sebesar Rp 500 juta.
Perusahaan itu pun tidak tinggal diam. Mereka menggugat balik supaya putusan dibatalkan.

Yang membuat saya tertarik sebenernya bukan jalannya kasus ini, tapi komentar-komentar yang pro dan kontra. Apa iya, kerugian immateriil 'begitu saja' sampai 500 juta? Kalo memang begitu, rasanya enak sekali saya hidup di Indonesia. Sebagai konsumen, saya tinggal mencari kesalahan perusahaan penyedia jasa dan kemudian menuntut sebesar-besarnya. Tapi, sebagai pemimpin sebuah perusahaan penyedia layanan publik, saya juga akan menuntut untuk membatalkan segala 'kekhilafan' saya dan meminta maaf. Lha wong nggak sengaja kok, hehehe...

Jadi sebenernya saya pro sama yang mana mengenai kasus di atas? Sebagai pemilik hak asasi berpendapat, boleh kan kalo saya mengatakan, "Kabeh pada wae gemblunge. Perusahaan ora becus, pelanggan ora nduwe isin, hehehe... Pokoke aku paling bener lah. Coz im the truth in my blog hahaha..."

Monday, July 10, 2006

Piala Dunia

Tahukah anda, bahwa di piala yang semalam diberikan ke Cannavaro cs, peta Indonesia memiliki 'tempat khusus'. Gambar Indonesia terletak tepat di atas kepala salah satu pemain.

Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa Sylvio (maaf kalo ejaannya salah), sang arsitek piala tersebut, menempatkan Indonesia di tempat yang istimewa. Mengapa bukan negara-negara eropa yang merupakan negara-negara kuat untuk urusan sepakbola? Atau mungkin negara-negara Amerika Latin? Setidaknya ada dua pendapat mengenai hal ini.

Pertama, itu merupakan kebetulan saja. Entah apa yang dipikirkan oleh sang arsitek sehingga Indonesia 'beruntung' menempati posisi strategis itu. Dan kedua, sang arsitek melihat bahwa Indonesia merupakan negara yang besar. Dari segi wilayah, Indonesia tergolong negara yang besar dengan puluhan ribu pulau-pulaunya. Selain itu, Indoneisa juga memiliki kekayaan alam yang melimpah dan sumber daya manusia yang banyak. Tak heran bila sang arsitek berpendapat bahwa dengan kondisi seperti itu suatu saat (entah kapan?) Indonesia dapat merajai dunia sepakbola, di atas negara-negara eropa maupun amerika latin.

Luar biasa! Bahkan orang asing pun telah menaruh harapan pada bangsa Indonesia untuk membawa piala yang telah dirancangnya dan diperebutkan mulai tahun 1974. Tapi, sungguh ironis. Menjadi juara ASEAN saja Indonesia masih terseok-seok. Entah kapan, mudah-mudahan Indonesia dapat segera mengabulkan cita-cita Sylvio, sang arsitek.

Maafkan kami Mister, bila kami membuat anda menunggu lebih lama lagi...

Sumber : metro TV, Minggu, 9 Juli 2006 (lupa pada acara apa :p)

Selamat Jalan Tuhan

Sebulan yang lalu, tepatnya tanggal 9 Juni, dunia terjangkiti sebuah 'agama' baru, bolamania. Dan pagi tadi, 'agama' tersebut mulai meninggalkan umat manusia dan akan hadir lagi 4 tahun mendatang di Afrika Selatan. Ya, fenomena sebulan ini laksana sebuah agama yang memiliki penganut di seantora jagad ini. Dan 'Tuhan' bagi pengikut ajaran ini adalah sebuah Piala yang di dalamnya terlukiskan dua orang manusia yang sedang merayakan kemenangan dengan bola dunia di atasnya sebagai simbol bagi penguasa dunia, dunia bola tentunya.

Hadirnya agama tersebut membuat pola hidup para pemujanya berubah. Sebulan ini, aktifitas malam menjadi hal biasa. Padahal biasanya malam adalah waktu yang paling asik untuk melepas lelah. Tapi demi 'perintah agama', mereka rela bangun malam meskipun esok paginya ngantuk di kantor. "Tak apalah, demi 'Tuhan'", pikir mereka. Toh tidak setiap hari, hanya sekali-kali.

Lain lagi bagi yang sudah berkeluarga. Sewaktu membeli TV di salah satu supermarket, saya sempat berbincang dengan seorang ibu yang juga kebetulan sedang mencari TV. Ibu itu berkata bahwa dia mencari TV karena selama agama baru tersebut menjangkiti keluarganya, rumahnya menjadi tak nyaman lagi. Setiap kali ada 'ritula-ritual' akan menimbulkan konflik yaitu berebut remote control antara anak dan bapak. Akhirnya si Ibu pun membeli TV baru sebagai sesajen di rumahnya sekedar untuk memohon ketenangan dan keharmonisan keluarga. Segitu parahnya kah? Mungkin karena saya belum berkeluarga jadi tidak dapat merasakan apa yang dialami keluarga tersebut.

Selain menimbulkan kekacauan di rumah tangga, agama tersebut juga menjadi faktor utama naiknya kasus-kasus kriminalitas. Cukup banyak berita tentang pertengkaran antar umat yang merasa bahwa pujaannya adalah yang terbaik. Bahkan ada juga yang sampai merenggut nyawa. Perjudian juga merajalela di mana-mana. Luar biasa! Agama tersebut memiliki pesona yang dahsyat hingga bisa merasuki pikiran pemujanya dan seoalh memerintahkan apa saja demi Tuhan.

Tapi mulai hari ini, ritual-ritual tersebut akan mulai berkurang dan mungkin menghilang, karena sang Tuhan telah meninggalkan umatnya dan terbang ke Itali.

Selamat jalan Tuhan. Sampai bertemu kembali di Afsel...

Thursday, July 06, 2006

I Love This Blog

Di luar, aku hanya seorang pendiam
Tapi di sini, aku bisa menjadi seorang pujangga

Di luar, aku hanya seorang pendiam
Tapi di sini, aku bisa melawan apa yang ingin kulawan

Di luar, aku hanya seorang pendiam
Tapi di sini, aku bisa menjadi apa yang aku inginkan
Aku bebas menjadi siapapun di duniaku
Aku bisa menciptakan kehidupanku sendri

Yeah... I love this blog

Kunci dan Tilang

Alkisah semalam ada seorang karyawan yang panik. Setelah training, pekerja pabrik itu datang ke sebuah meeting untuk sharing development project yang sedang dipegangnya. Ketika saat melepas lelah tiba, dia kembali ke ruang training untuk mengambil barang-barangnya. Tas, jaket, dan buku untuk ujian esok paginya. Tapi ternyata, ruang training sudah gelap gulita. Tak ada lagi cahaya yang menerangi ruangan itu. Pintupun sudah terkunci. Pekerja itupun langsung ke satpam berniat untuk mengambil kunci ruang training. Ketika sampai di markas satpam, ternyata kunci ruang training belum dikembalikan. "Oh my God. Mampuslah aku." Gumam si pekerja. Bagaimana tidak mampus, buku yang tertinggal adalah bahan buat ujian besok.

Tapi pekerja itu beruntung. Di tengah kepanikannya, tiba-tiba datanglah seorang bidadari utusan penguasa kayangan yang memberikan kunci ruang training padanya. Diapun begitu bersuka cita. Setelah acara sharing selesai, pekerja itu pun mengambil barang-barangnya dan pulang.

Dalam perjalanan menuju tempat parkir, dia mencari-cari kartu parkirnya. "Oh my God. Pastilah terjatuh kala aku mengambil buku saku." pikir si pekerja. Tadi sore dia memang terburu-buru mengeluarkan buku sakunya karena mengejar jadwal meeting. Mungkin saat itulah kartu parkir yang dia simpan di saku baju terjatuh. Akhirnya dia melapor ke satpam dan "ditilang". Dia harus mengisi "formulir pengakuan dosa" dan "pahala" untuk bulan ini harus dipotong untuk menebus dosanya itu. Setelah itu, barulah dia bisa pulang. Demikianlah kisah kunci dan tilang menjelang partai Prancis vs Portugal yang akhirnya dimenangkan Prancis 1-0 lewat titik putih.

Sekian.

Thursday, June 29, 2006

A Rifi Code (tm)

Siang ini terasa begitu panas. Apalagi daerah tempat tinggalku memang termasuk daerah yang panas. Minggu siang seperti ini biasanya aku tidak ada di kos. Aku lebih memilih pergi. Entah sekedar main dan bermalam di rumah teman atau bersilaturahmi ke rumah salah satu saudara yang tinggal di Jakarta. Tapi minggu ini berbeda. Sabtu kemarin aku diminta masuk kantor. Aku pikir, mungkin ini saat yang tepat untuk tune-up kamarku. Sudah beberapa bulan kamarku tidak mendapatkan "perawatan rutin" sehingga mulai tampak kurang nyaman. Apalagi sekarang di kamarku bertambah dua perabot listrik yang cukup memakan tempat, Dispenser dan TV 21".

Setelah pagi ini membersihkan kamar, aku baru bisa beristirahat menjelang naiknya mentari tepat di atas ubun-ubun. Aku hanya tiduran ditemani angin-angin yang berlarian seakan berlomba untuk keluar dari putaran kipas angin di pojok kamar. TV yang kunyalakan menyajikan berita-berita selebritis yang membosankan. Tapi entah kenapa aku tidak berniat untuk mengganti channel-nya. Daripada mati kebosanan, aku akhirnya memutuskan untuk keluar setelah duhur. Aku ingat, kemarin ketika ngebrowse di kantor, aku sempat melihat film-film yang diputar di bioskop. Salah satu film yang cukup menarik adalah Da Vinci Code yang diputar di Sunter 21. Dan akupun akhirnya memutuskan untuk menonton film tersebut yang diputar jam 2.00.

***

Tempat pertama yang aku tuju di mall Sunter adalah ATM center karena uang dalam dompet sudah menipis. Tempat berikut yang aku tuju adalah bioskop untuk membeli tiket terlebih dahulu. Aku membeli tiket terlebih dahulu meskipun film baru dimulai satu setengah jam lagi. Aku takut kehabisan tiket karena film ini termasuk dalam jajaran film box office yang tiketnya seringkali sold out sebelum film dimulai.

Setelah mendapatkan tiket, aku bergegas ke supermarket Hero yang terletak di depan pintu masuk lantai 1. Di tempat minuman dingin, aku melihat-lihat sambil mempertimbangkan minuman apa yang akan aku ambil. Ketika aku mengulurkan tangan untuk mengambil satu botol (benar-benar tinggal satu) teh hijau, seorang perempuan sebaya yang kebetulan juga sedang berniat membeli minuman dingin juga melakukan hal yang sama. Kami pun saling menoleh dan terdiam. Dalam kebisuan itu, aku menarik tanganku

"Silakan"

"Yah... tinggal satu. Jadi nggak enak nih. Udah buat mas aja. Mas kan duluan." Tawar perempuan itu.

"Nggak papa kok. Aku yang ini aja." Kataku sambil mengambil minuman yang lain." Padahal dalam hati ingin sekali menikmati minuman itu. Tapi biarlah mengalah demi seorang perempuan. Akupun kemudian mencari snack untuk teman menonton nanti.

Jam masih menunjukkan pukul 1.15 yang berarti aku masih harus menunggu kurang lebih tiga perempat jam lagi untuk menyaksikan film tersebut. Daripada hanya duduk menunggu di lobi bioskop, aku pikir lebih baik ke gramedia dulu yang terletak di lantai 2. Di sana, iseng-iseng aku menuju ke tempat buku-buku sastra untuk membaca buku-buku Gibran. Ketika sampai di tempat yang kumaksud, aku melihat sesosok perempuan yang sepertinya pernah aku lihat sedang membaca salah satu buku Gibran juga. Tidak salah lagi, ternyata dia adalah peprempuan yang tanpa sengaja tadi kutemui di supermarket. Aku mengambil posisi berdiri di sebelahnya. Aku mengambil salah satu buku Gibran dan membacanya. Dan kami pun sama-sama menyelami tulisan-tulisan gibran ditemani tembang "Kenangan Terindah" yang terdengar di seluruh ruang baca itu.

Saat dia meletakkan kembali buku yang telah dia baca, bukunya menyenggol setumpukan buku yang tampak berdiri dengan rapuhnya. Beberapa bukupun terjatuh. Melihat itu, secara reflek aku langsung membantu mengambil buku-buku yang berjatuhan di dekat kakiku.

"Maaf ya mas. Jadi ngerepotin... lagi" katanya sambil tersenyum dengan penekanan pada kata lagi yang berbeda seolah-olah memang menekankan bahwa dalam waktu yang cukup singkat dia telah melakukan hal yang sama dua kali, minta maaf.

"Nggak papa kok, cuma ngangkat buku segini aja. Kalo bukunya satu dus sih... mikir-mikir juga" candaku.

"Iya nih, dua kali ketemu aku selalu bikin repot aja ya. Tapi tenang aja, keluar dari gramed ini, aku nggak bakalan 'nggangu' kamu lagi deh." Katanya meyakinkan aku.

"Emang mau kemana abis ini?" tanyaku penasaran.

"Mau nonton Da Vinci Code." Jawabannya membuatku tersenyum.

"Oya, by the way yakin nih nggak bakal ganggu aku lagi?" godaku lagi

"Ya iyalah... Tapi tunggu... jangan-jangan... kamu mau nonton film itu juga ya?" selidiknya untuk memastikan dugaannya. Dan aku pun hanya mengangguk. "Hahaha... bioskop begitu luas, masa sih..." lanjutnya, dan kami pun tertawa kecil...

***

Hp menunjukkan pukul 13.55. Kami berdua sedang berada di depan pintu masuk bioskop untuk antri masuk. Setelah memberikan dua tiket, kami mencari tempat duduk seperti yang tertera dalam tiket, F1 dan F2, tepat di pinggir.

"Aku bener-bener nggak ngerti deh." Katanya sambil berjalan menuju ke kursi tujuan. "Pertama, kita menyukai minuman yang sama. Kemudian kita menyukai buku yang sama juga, buku-buku sastra karangan Gibran. Kita sama-sama penasaran dengan movie dari buku yang pernah kita baca, Da Vinci Code. Dan terakhir, kita juga sama-sama menyukai tempat duduk yang paling pojok untuk nonton di bioskop. Tapi kali ini aku kurang beruntung. Ketika memesan tiket, semua tempat duduk yang terletak di pojok semuanya habis. Akhirnya aku hanya dapat tiket di 'sebelah pojok'. And now, untuk ketiga kalinya, dalam pertemuan pertama kita, aku harus ngerepotin kamu karena 'mengkudeta kursi pojokmu'."

"Hahaha... thats life." Jawabku sambil tertawa. Dunia begitu sempit untuk orang-orang yang memiliki kesamaan meskipun berada di tengah-tengah lautan perbedaan.

***

"OK, sampai ketemu lagi. Thanks for everything. See you next time." Katanya sambil melambaikan tanggannya.

"OK, nice to know you. See you... when I see you." jawabku.

Dan kakinya pun mulai melangkah, menjauh, dan menghilang dari pandangan mata. Inilah akhir dari pertemuan kami. Cukup lama kami berseda gurau. Membicarakan hobi, film, buku dan banyak lagi. Tapi, sampai perpisahan itu, aku belum tahu namanya. Aku hanya tahu dia tinggal di daerah Salemba. Yang aku tahu dan aku ingat tentang dia, hanya wajahnya, dan tentu saja, senyum dan canda tawanya.

***

Pagi ini, seperti pagi biasanya, sebelum jam kantor, aku melalang buana menyelami dunia maya. Blogging! Itulah salah satu aktifitas favoritku di pagi hari di tempat kerja. Aku membaca blog teman-teman dan iseng aku buka juga link-link yang ada di blog tersebut. Sebagian besar memang aku tidak mengenal si empunya blog. Aku hanya sekedar membaca-baca. Hingga ketika aku membuka salah satu blog, aku seperti melihat foto yang tampak tidak asing lagi buatku. "Princess Sophie" gumamku. Setelah pertemuan di sunter itu, aku menyebut perempuan itu "Princess Sophie", seperti tokoh dalam Da Vinci Code. Tertera jelas yahoo id dia tuliskan di profilenya. Entah kenapa, aku ragu untuk menambahkan yahoo id-nya di dalam list yahoo meessanger-ku. Aku tak tahu apa yang membuatku ragu. Padahal ini hanya sekedar menambah list ym, hanya menambah teman. Tapi yang aku tahu pasti. Jika aku melakukannya, cerita yang terhenti setelah Da Vinci Code, akan terbangun kembali. Inikah kode-kode alam yang harus kupecahkan? Oh my God, help me.

Dalam keraguan itu, akhirnya aku menambahkan ym id-nya.
I believe, the story will go on...

*The End*

Serendipity! Mungkin kata itu cukup mewakili kisah di atas. Kata tersebut adalah salah satu judul film yang pernah saya tonton. Ceritanya tentang orang yang percaya dengan takdir. Ceritanya mirip kisah di atas. Pertemuan tanpa nama, tanpa petunjuk. Satu-satunya petunjuk yang ada dalam kisah Serendipity tersebut adalah nomor telp si cewe yang dituliskan dalam buku. Buku tersebut kemudian di jual. Jika kedua orang tersebut memang berjodoh, si cowo pasti akan menemukan buku itu dan kemudian, the story goes on... Cukup mirip kan dengan kisah di atas? Bedanya, cerita itu tidak ditimbulkan oleh nomor telp, tapi oleh ym id.

Percaya atau tidak, kisah-kisah serendipity memang ada. Umumnya itu berawal dari obrolan. Seorang teman juga pernah curhat dengan saya, sebut saja May. Kisahnya berawal ketika May ngobrol dengan seorang penumpang di bis yang duduk bersebelahan, sebut saja Febri. Mereka ngobrol begitu asiknya. Mereka sempat berkenalan. Tapi setelah keluar dari bis, mereka tidak pernah lagi berhubungan. May merasa aneh, dia seperti ingin bertemu dengan Febri. Tapi dia tidak memiliki petunjuk apapun untuk menemukannya.

Suatu hari, May membuka buku wisuda milik temannya. Ketika dia membuka salah satu halaman, dia melihat salah satu foto yang tidak asing buatnya, Febri. Diapun menanyakan tentang orang tersebut pada temannya. Dan menurut temannya, ternyata Febri teman kuliah dan teman SMUnya. Wow! Dunia begitu sempit. Akhirnya May memiliki petunjuk yang sangat jelas tentang Febri. Telp, email, atau petunjuk-petunjuk lainnya pasti dapat membawanya ke cowo yang dicarinya itu. Tapi, seperti kisah di atas, May juga ragu untuk menghubunginya. Di satu sisi dia menginginkan pertemuan itu kembali, tapi di sisi lain dia ragu untuk melakukannya.

Entah apa sebabnya? Kejadian-kejadian yang kita alami seringkali memunculkan kode-kode yang membuat kita ragu untuk memutuskan. Kalau boleh saya sebut dan saya lisensikan, ini adalah A Rifi Code. Kode-kode yang pertama kali saya paparkan dalam blog ini. Contoh lain dari A Rifi Code ini adalah 14 Agustus seperti dalam kisah "14 Agustus".

Believe it or not, its up to you...

Monday, June 26, 2006

Kontes Miss Waria

Tadi pagi saya melihat berita di Seputar Indonesia yang menurut saya cukup unik. Kontes Miss Waria di TMII. Dulu, kaum minoritas ini sangat 'malu-malu' dalam memperlihatkan eksistensi dirinya. Tapi entah kenapa, belakangan ini mereka mulai berani unjuk gigi. Demokrasi? Hak Asasi? Pengakuan masyarakat? Bisa jadi.

Sekarang saya bukan mau membicarakan soal kenapa mereka lebih berani. Apalagi soal kontes miss waria. Tentu saja, karena itu bukan bidang saya. Saya tidak memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian terhadap kontes-kontes seperti itu. Tapi saya ingin menuliskan tentang keberadaan mereka di sekitar kita.

Dari acara-acara di tv yang pernah saya lihat, memang ada banyak sekali alasan yang melatarbelakangi keberadaan mereka. Ada yang bilang itu pilihan hidupnya. Ada yang bilang karena kecenderungan dari masa kecilnya. Ada yang bilang karena trauma. Dan masih banyak lagi alasan-alasan lain.

Tuhan telah membuat konsep yang jelas dalam menciptakan alam ini. Berpasang-pasangan! Ada lelaki, tentu ada wanita. Dan ketika manusia dilahirkan, kita memang tidak diberi kekuasaan untuk memilih, menjadi lelaki atau wanita. Manusia hanya diberi akal untuk memilih. Seiring perkembangannya, setelah bisa mempergunakan akal, manusia mulai bisa memilih. Dan celakanya (tapi benarkah ini suatu kecelakaan?), manusia juga merasa bebas memilih jenis kelamin yang sudah dibawa sejak lahir. Hingga muncullah para lelaki yang 'feminim' yang sekarang lazim kita sebut dengan waria. Tapi, benarkah ini suatu kebebasan? Bukankah Tuhan telah menciptakan makhluknya berpasang-pasangan? Tunggu! Sekarang saya ingat satu hal. Dalam islam ada konsep imam-makmum ketika solat. Laki-laki bisa menjadi imam bagi semua orang. Waria bisa menjadi imam bagi waria dan wanita. Dan terakhir, wanita hanya bisa menjadi imam bagi wanita. Dari sini, waria sepertinya telah 'diakui' dalam agama sehingga muncullah konsep seperti itu. Tapi, bukankah kebebasan seperti itu katanya tergolong melawan takdir? Ah... Sudahlah! Saya bukan ulama yang bisa menjustifikasi suatu kasus. Itu keputusan mereka yang akan mereka tanggung sendiri suatu saat nanti. Dan keputusan saya adalah seperti kata samson, "Aku adalah lelaki yang tak pernah lelah mencari wanita. Naluriku sebagai lelaki membuatku ingin berjuta wanita di sisiku."

Sebagian dari kita mungkin 'kurang beruntung'. Masa kecilnya tidak seperti anak-anak lain yang sebaya. Yang lelaki bermain berlari-lari mengejar bola, naik pohon, hingga berpura-pura menjadi superhero seperti superman, batman, power ranger atau yang lainnya. Sementara yang wanita bermain dengan boneka-bonekanya, bersandiwara menjadi ibu rumah tangga yang mengurus anak-anaknya, atau menjadi ibu dokter yang merawat pasiennya. Namun ada sebagian yang memiliki kecenderungan berbeda. Mereka berlaku sebaliknya. Bagi yang 'lemah' dan hanya bisa mengikuti apa kata takdir, kecenderungan untuk tampil 'berbeda' terbawa sampai dewasa dan akhirnya sadar atau tidak akhirnya membawanya ke dunia yang berbeda pula. Mungkin kecenderungan tersebut bila diikuti dengan semangat juang yang tinggi sejak dini untuk berubah, bisa membuat dunia menjadi berubah pula. Tapi sekali lagi, mungkin itu akan terbentur pada pemikiran tentang takdir, "Untuk apa melawan rencana alam yang sudah menentukan seperti itu(kecenderungan dini)? Takdir tidak perlu dilawan".

Masa kecil memang dapat dibilang masa yang menentukan. Keluarga yang hancur di masa kecilnya, orang tua yang hanya mementingkan kepentingannya sendiri, membuat masa kecil menjadi masa yang suram. Lihatlah bagaimana seorang kepala keluarga yang bertindak semena-mena terhadap istrinya di depan anak-anaknya. Kebiasaan seperti itu dapat menimbulkan trauma yang dahsyat bagi anak-anak. Dan cobalah ambil efek terburuk dari trauma tersebut. Seorang anak akan membenci kelakuan bapaknya, membenci bapaknya. Hingga akhirnya, dia tidak ingin menjadi seperti bapaknya, tidak ingin menjadi seorang lelaki. Wow! Inikah efek dari sebuah trauma masa kecil? Ini bukan cuma cerita atau skenario, tapi ada di acara tv tentang masa kecil seorang waria. Kisah nyata! Mungkin jiwa besarlah yang dapat menyelamatkan masa kecil dari trauma. Memaafkan orang lain dan kembali pada takdir bahwa kita manusia yang telah ditentukan (gendernya).

Takdir? Trauma? Semangat juang? Oh no... Mengapa hari ini saya banyak menuliskan soal takdir seolah saya satu-satunya orang yang tahu soal takdir. Saya juga bukan psikolog ataupun psikiater yang tahu banyak soal trauma, semangat hidup, atau kondisi kejiwaan seseorang. Saya menulis di sini semata-mata karena saya telah 'ditakdirkan' untuk menulis. Di blog ini!

Btw, ini hari pertama saya training SAP-functional. Inilah takdir saya. Dua bulan mengikuti training yang sudah ditentukan takdir. Saya hanya pengikut takdir yang tidak memiliki sedikitpun kemampuan untuk melawannya. Lagipula, takdir yang saya alami sekarang termasuk takdir yang ditunggu-tunggu sebagian orang. So, have a nice day... have a nice training...

Friday, June 23, 2006

Adikku Sayang Adikku Malang

Beberapa minggu ini, seringkali saya baca di internet dan saya lihat di televisi kisah-kisah anak manusia yang malang. Mereka bukan anak-anak bodoh. Di sekolahnya, peringkat kelas sudah menjadi rutinitas. Beasiswa untuk kuliah, PMDK, ataupun tawaran meneruskan ke luar negeri terhidang di depan mata. Tapi tiba-tiba semua itu hanya tinggal mimpi. Semuanya sirna karena nilai matematika UAN di bawah 4,26 padahal nilai lainnya (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris) nyaris sempurna. Namun apa hendak dikata, semua telah terjadi dan sekarang mereka hanya bisa meratapi nasibnya. Sebagian yang masih memiliki sisa-sisa kekuatan (setelah habis untuk menutupi rasa malu) beramai-ramai menghadap ke KOMNASHAM untuk memperjuangkan haknya.

Entah kenapa? Tiba-tiba saja saya ingin menuliskan kisah ini. Padahal biasanya tidak ada minat dalam benak saya untuk menuangkan isi kepala sehubungan dengan isu-isu sosial yang terjadi di sekitar. Terungkit kembali memori beberapa tahun silam, ketika saya mengalami hal yang sama (mengerjakan EBTANAS). Di sekolah saya, memang semuanya tampak wajar. Paling hanya ada teman yang ngomel-ngomel mengeluarkan sumpah serapah setelah mengerjakan matematika. Tapi menurut cerita seorang rekan yang kebetulan beda sekolah, di sekolahnya sempat diwarnai dengan acara isak tangis murid-muridnya. Tapi kami beruntung, meskipun nilai kami hancur, kami semua masih bisa lulus karena belum ada syarat nilai kelulusan. Sepertinya hidup di jaman keemasan p*nc*s*l* memang lebih enak. Tapi apa kata rekan uyo nanti :p

Tidak ada orang yang mau menjadi orang yang sama di masa depan. Begitu juga pemerintah kita, dengan dalih untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas siswa-siswa sekolah, dibuatlah standar nilai kelulusan untuk tiga mata pelajaran. Bagus! Tujuannya memang bagus. Tapi entah kenapa tujuan yang mulia ini justru memporak-porandakan cita-cita yang telah dirangkai dengan manis oleh para siswa. Hancurnya masa depan itu, rasa malu itu, telah membuat mata hati sebagian siswa tertutup. Bunuh diri! Itu adalah salah satu solusi. Cara lain untuk melampiaskan kekesalan itu adalah dengan membakar sekolahnya sendiri, sekolah yang telah membakar hamparan impiannya.

Kematian dan penjara adalah efek dari standar nilai itu. Entah salah siapa? Nilai itu ternyata berimbas pada kehidupan seorang anak manusia. Standar terlalu tinggi? Cara mengajar yang salah? Sarana yang kurang mendukung? Lagi pula, sekarang mungkin bukan saat yang tepat untuk mencari-cari siapa yang salah. Apalagi ngomongin soal dosa siapa. Seperti kata seorang petinggi kita, "Soal dosa urusan saya dengan Tuhan". Entahlah... Saya hanya bisa berdoa semoga adik-adikku diberi ketabahan dan kesabaran.

Mungkin sekarang sudah saatnya seorang satpam juga harus memperhitungkan dengan matang apa yang akan dilakukan untuk melakukan pengamanan. Perhitungan yang eksak dengan menggunakan angka-angka yang pasti. Sehingga setiap satpam bisa melihat beberapa langkah ke depan untuk menjaga keamanan. Jadi, mereka harus lulus matematika sebelum menjadi satpam. Mungkin inilah jawaban dari pertanyaan seorang guru,
"Apa ingin jadi Satpam harus pandai Matematika? Kan tidak. Dia tidak lulus hanya gara-gara matematikanya jeblok. Coba bayangkan dia hanya ingin jadi satpam, karena kemampuan ekonominya tidak mampu untuk melanjutkan kuliah"

Wednesday, June 21, 2006

The next step

Last month, I have accomplished SAP-ABAP training for a month. I think, maybe sometime, I dont know when, I'll be allocated for SAP project as ABAPER. But I'm wrong. Yesterday, I was invited for the next training, SAP-Functional training, especially in Finance. I'll spend my time to learn about SAP-Functional for two months.

I'm very happy because not all of us get the invitation. I feel that I'm the lucky one :D But, during the training, I also have to accomplish my job, my target. Wow... how a busy day! Training and job. Two months ahead, (maybe) I'll go home after dinner (again) and I'll write (blogging) rarely (again).

Yeah... welcome to my live

Reuni

Senen malam, sepulang dari gading, gw iseng sms temen ngabarin kalo di la piazza ada twenty one baru (ember banget ya... :p). Setelah sms-an, buntutnya akhirnya telp2an juga deh. Yah... biasa lah, kalo dah ngorol biasanya jadi nggak jelas temanya, ngalor ngidul ora nggenah. Tapi ada satu tema yang akhirnya cukup berguna :D. Apa itu? Berawal dari rencana buat ke PRJ bareng, akhirnya malah muncul ide untuk bikin reuni di PRJ. Reuni temen2 P3M UI tempat dulu gw bekerja sewaktu masih kuliah.

Akhirnya gw pun bagi2 tugas ma dia buat ngubungin temen2 yang lain. Hasilnya, ternyata sebagian besar bersedia meluangkan waktunya tanggal 2 Juli buat ngumpul2 lagi setelah sekitar hampir 2 tahun nggak pernah ngumpul bareng. Yup, sekarang tinggal nunggu waktunya. Mudah2an aja pada bisa.

Tuesday, June 20, 2006

Orang Gila

Gila! Kata ini mungkin memiliki banyak makna di benak setiap orang. Ya, begitu denger kata gila, yang ada dalam benak saya adalah Itali dan AC Milan. Kok bisa? Lah, Gila kan striker dari kedua tim (maksudnya Gilardino :p). Cukup deh, cukup intronya :p

Hidup ini memang sudah gila. Kata orang, kalo sekarang tidak gila, susah untuk hidup. Tapi gila yang mana ya? Masuk RSJ kah? Ah... tuh kan, definisi gila memang banyak. Entah gila atau tidak, tapi dalam mengambil beberapa keputusan, saya seperti merasa dicap gila oleh orang lain. Padahal, apa yang saya putuskan, cuma keputusan biasa yang memang seharusnya saya putuskan. Just that. I think it was a common desicion.

Tapi, kalo dipikir-pikir, meskipun kata gila sudah memiliki definisi tersendiri, kita bisa bersama-sama meredefinisi kata tersebut. Seperti kata seorang teman, opini publik, itulah tools yang bisa membantu kita meredifinisi suatu kata.

Ya! Kalo melihat ke belakang, sepertinya dunia ini memang makin gila. Coba saja! Seandainya saya ingin menjadi Tuhan, apakah mungkin? Apakah saya akan dianggap orang gila? Bisa jadi. Tapi tunggu dulu, lihat saja di blog mamat. Di situ ada tips (atau lebih tepatnya cara) menjadi 'Tuhan'. Dengan cara tersebut, kita bisa membuang atribut gila dari diri kita. Tapi, apa itu berlaku untuk semua orang? Tentu tidak. Hanya orang-orang yang berhasil kita 'cuci otaknya' yang tidak akan menganggap kita orang gila.

Ketika seseorang tetap teguh mempertahankan prinsipnya di tengah-tengah dunia yang mulai gila ini, mungkin akan dianggap gila. Misalnya dalam hal pekerjaan. Orang-orang yang mengikuti proses alias es-o-pe mungkin akan dianggap gila karena dinilai tidak akan 'menghasilkan' apa-apa yang bernilai buat dirinya. Tapi, mungkin karena opini yang terbentuk memang sudah seperti itu, orang yang menerobos aturan, ataupun orang licin dan gesit yang mencari 'celah' untuk mendapatkan apa yang dia mau akan dianggap hal biasa. Bukan orang gila.

Hmm... susah jadi manusia. Pasti kalo saya ingin menjadi sesuatu yang lain selain manusia pasti akan dianggap gila.
Jadi, sebenernya siapa yang gila ya?

Monday, June 19, 2006

Gaya Bebeto

Semalem pas nonton Brazil vs Australia, gw jadi inget piala dunia 94. Apa yang bikin gw inget lagi piala dunia yang itu? Perayaan golnya itu lho. Setelah Adriano bikin gol, dia menuju ke pinggir lapangan dan merayakan gol, seperti yang biasa dilakukan oleh para pemain setelah mencetak gol. Dia menggoyangkan kedua tangannya persis seperti gaya Bebeto waktu abis mencetak gol di piala dunia 94 itu. Waktu itu sih katanya Bebeto abis punya anak, jadi selebrasinya seolah dia sedang menimang anaknya yang artinya dia persembahkan gol tersebut untuk anaknya. Waktu itu seinget gw jamannya Brazil dengan Bebeto - Romario nya.

Nggak tau deh selebrasi Adriano yang kemarin malam buat siapa. Buat sapa ya? Ih, nggak penting banget sih nanya-nanya gitu ya... Gw kan bukan infotainment :p

Monday, June 12, 2006

OST Weekend

Tolong baca (nyanyikan maksudnya) dengan irama lagunya sinchan :p

Setiap weekend
merupakan waktu bermain yang asik
Menendang kejar bola
lari tiada henti-hentinya
Si manto diem
dan tak ada yang bisa lewati
Oh sibuknya
aku senang sekali...

Esok paginya main bulutangkis
Melompat-lompat sambil ayunkan raket
Matahari menyinari semua perasaan ini
Aduh senangnya
menghabiskan pagi ini

Abis badminton
maen pe-es ato dota
Oh sibuknya
aku senang sekali...

Thursday, June 08, 2006

Lets Save!

This morning, I send email to milist 2k. I confirm that I will be at Cepy's house on saturday. I think, its imposible, go to office on saturday. As usually, I have to meet 'my mother', giving my progress report. Suddenly, she asks us (me and dino), "Would you go to office on saturday? I hope you will be along day in office. But, dont worry, it will be saved as your leave."

Oh, d**n! Soccer, reunion, bye...bye...
Badminton? I'll definitely be there... for-sure :p

~is experience (still) the best teacher :p

Wednesday, June 07, 2006

Kenapa sih?

Arghh...

Kenapa sih e**a bapuk banget? Baru nelp berapa detik udah mati. Mana nyambungnya susah banget lagi!

Kenapa sih pagi-pagi di musim kemarau masih ujan? Bikin males kerja tau! Jalanan basah. Nggak enak buat naik motor. Untung masih ada angkot.

Tapi kenapa sih angkot lama banget. Biasanya gw cuma 20 menit sampe kantor. Tapi tadi pagi gw 1 jam lebih baru sampe kantor. Hampir aja gw telat. Sampe kantor, gw baca email dan email yang pertama gw baca adalah undangan meeting buat hari jumat jam 17.00 sd selesai. D**N!@#$$%^$%&^%^

Kenapa sih harus ada meeting di akhir minggu? After office hour lagi. D**N again!!!*&^^%^%$%$

Jadi pengen nyanyi lagunya Enno Lerian dulu.

To be to be d**n d**n
To be to be d**n
To be to be d**n d**n
To be to be d**n
...


Pasti udah pada lupa ya. Kenapa sih bisa lupa ama lagu terkenal kaya gitu.

Argh.....

Kenapa sih?


Underground voice:
Hahaha...
Wanna to know why it could be happen?
The seal protect you from the black one, The King Of Pain is broken. I did it.
Do you still think, its real you?
Hahaha...

The Gold

Yeah... its my 50th posting. Some people called it golden, golden posting :)

Now, I'll try to write in English. Not for all, but, just a variation :) Yapz, this is the one of my resolutions in this year. Learning to write, read, listen, and speak English well. Learning, just learning! Not to be able to! :p

OK, Im sorry if the grammar is acak adul :))

Tuesday, June 06, 2006

Kenangan Terindah

Aku yang lemah tanpamu
Aku yang rentan karena...


Pasti deh yang baca ini langsung inget samson. Ngaku aja deh! Nggak bakal gw denda kok. Hehehe...

Sebenernya gw mau nostalgia nih, mengingat-ingat kenangan terindah jaman kuliah dulu. Dulu, waktu kuliah, ada rutinitas 'unik' yang gw alami hampir tiap tahun, tepatnya bulan februari.
Ulang tahun?
Bukan!
Bukan itu!
Tapi sakit.
Sakit?

Iya, hampir tiap bulan februari gw mengalami pilek + demam + batuk. Mungkin sih karena pancaroba alias pergantian musim. Taun ini, februari, gw 'aman-aman' aja tuh. Tapi masuk bulan Juni baru gw ngalamin itu. Gw pikir sudah 'sembuh', ternyata cuma pindah :p Biasanya kalo lagi sakit gitu paling cuma beli obat 'warungan'. Paling abis 2000 perak. Kalo agak parah dan nggak mau keluar duit, biasanya ke PKM. Dan kalo ke PKM, pasti dapet amoxilin. Obat wajib! :D

Berhubung sekarang di kantor gw dah dapet fasilitas obat dan sekarang juga lagi ngurusin medical management, jadi gw iseng-iseng mo manfaatin fasilitas itu. Niatnya sih cuma pengen tau gimana prosesnya dan input ke proses payrollnya. Pas udah selese dan gw ambil obatnya, ternyata gw ngabisin 142ribu cuma buat obat gitu doank. Padahal kalo beli di warung cuma 2000 :D Gapapa deh, mumpung dibayarin perusahaan :D

Hmm...
lemah tanpa obat
rentan tanpa obat
sehat itu emang kenangan terindah :)

060606 + 01

Senin kemarin, gw empat kali mendapat pesan melalui vypress dan ym. Isinya
"Menurut CNN,disiarkan 3 hari yang lalu bahwa lempeng bumi di australia sedang bergerak ke utara menuju asia. Diperkirakan bisa bertubrukan dengan lempeng bumi di selatan pulau jawa. Diperkirakan 11 hari setelah gempa jogja, atau rabu besok(7 juni) akan ada gempa dahsyat dan memungkinkan terjadinya tsunami. Mohon doanya n plis forward ke temen-temen laen, jangan sampai putus di tangan kamu"
Sebenernya gw nggak yakin dengan berita ini. Makanya gw nggak ikut-ikutan forward. Dan teman-teman yang forward juga sebenernya nggak yakin karena menambahkan pertanyaan yang menunjukkan ketidak yakinannya itu. Bener nggak sih? Masa sih? Dan hari ini, gw baca di detik, ternyata isu ini diangkat juga di detik. Tapi yang gw baca merupakan bantahan untuk isu tersebut. Ini linknya.

Yah... gempa, tsunami, ato tsubasa kan bagian dari sunnatullah juga. Manusia cuma bisa memprediksi dengan ilmunya. Tapi yang penting, kita kembalikan semuanya ke sang Pemilik. Kalopun terjadi, itu adalah gejala alam yang memang tidak bisa kita hindarkan. Kita hanya bisa mengantisipasi dan berserah diri. Dan kalopun tidak terjadi, syukurlah. Tapi sepertinya kita memang sudah banyak yang lupa. Hanya musibah yang kita anggap sebagai ujian. Tapi kesehatan, keselamatan, dan segala macam kenikmatan lainnya seringkali terlewatkan sebagai ujian yang 'lebih samar'. Terkadang gw berpikir mungkin kita sebaiknya mendapatkan musibah terus supaya selalu ingat. Tapi jangan juga dink, sekali-kali seneng-seneng boleh donk :D Main bola, main ps, main badminton...

Impulsif VS Dewasa

Ada satu kata yang menarik perhatian gw waktu ngobrol dengan seorang teman di telpon. Impulsif!

Setelah ngobrol ngalor ngidul ngomongin tentang kehidupan (frase yang cukup 'manis' untuk menggantikan sebutan nggosip :p) dia melontarkan kalimat yang kurang lebih isinya:

"Ya, emang orang seumuran kita terkadang masih impulsif dalam memutuskan sesuatu."
"Impulsif?" tanya gw penasaran. Dia pun segera menambahkan.
"Iya, orang seumuran kita terkadang memutuskan sesuatu yang menjadi keinginan karena belum melihat kehidupan. Jadi yang muncul dalam pikiran kita itu keinginan, bukan tujuan atau target sebenernya yang seharusnya lebih realistis. Misalnya ketika seorang mahasiswa memutuskan untuk menikah muda, namun setelah 'membuka mata' dan 'melihat dunia', kemudian mulai mengkaji ulang keputusannya yang dulu. Mungkin karena dulu sering 'dipengaruhi' oleh pihak lain. Ya... mungkin itu suatu hal yang wajar."

Menikah! Contoh yang sangat gampang untuk 'kalangan kita' :p Pasti ada yang setuju dan tidak setuju dengan pernyatan teman gw itu. Tapi setelah gw melihat kembali ke belakang, gw merasa sepertinya memang banyak hal yang seperti dikatakan temen gw itu. Beberapa (atau bahkan banyak) keputusan yang gw ambil dulu memang kurang sesuai dengan realita yang ada sekarang. Mungkin dulu memang terpancing dengan keinginan saja. Bisa jadi.

Dewasa! Mungkin itu yang belum gw miliki saat ini. Apa yang gw ambil dulu, mungkin hanya keputusan impulsif, keputusan reaktif, yang muncul sebagai reaksi atas yang terjadi saat itu. Mungkin gw memang masih harus banyak belajar untuk proaktif, dewasa. Seperti dalam salah satu ilmu jawa, DEWASA diartikan sebagai geDE, daWA, lan roSA (kalo diartikan ke Indonesia menjadi Besar, Panjang dan Kuat). Hayo!!! Jangan pada ngeres ya. Kalo ngeres beresin dulu tuh otak :p

Kalo menurut gw, tiga kata tersebut kalo dihubungkan dengan kedewasaan memang ada benarnya. Orang yang dewasa setidaknya memiliki pikiran yang luas (besar), pandangan ke depan (panjang), dan tekad yang bulat (kuat). Sehingga tentu saja keputusan-keputusan yang muncul akan menjadi lebih realistis, tidak sekedar impulsif atau reaktif.

Hmm... gw suka ngiri sama seorang teman yang umurnya lebih muda tapi gw liat dia bisa lebih bijak dalam mengambil keputusan daripada gw. Memang benar kata sebuah iklan,
"Jadi tua itu pasti. Tapi jadi dewasa adalah pilihan."

note:
Gw lupa salah satu nama ilmu jawa yang gw maksud. Beberapa contoh kata yang lain adalah
1. Mantu = dieman-eMAN pan ngei puTu (Disayang karena mau memberikan cucu)
2. Piring = sePI yen miRING (Sepi / bersih kalo dimiringkan)
3. dll = Dan Lain-Lain

~ga penting banget ya :p
~nomor 3 ngarang sendiri :p

Monday, June 05, 2006

Semangat 45

Beginilah jadinya kalo olah raga pake semangat 45, badan pada pegel :D

Sabtu pagi main bola dari jam 1/8 sampe jam 2 siang (tapi istirahatnya jauh lebih lama dari mainnya). Minggu paginya main badminton dari jam 7an sampe jam 11an. Lumayan buat ngeluarin keringet. Tapi lumayan juga buat bikin badan pada pegel :D

Monday, May 29, 2006

Turut Berduka Cita

Turut berduka cita atas tragedi yang menimpa saudara-saudara kita di Jogja dan sekitarnya. Semoga kita semua diberi ketabahan dalam menghadapinya.

Petikan dari seorang Gibran (edited soale lupa)
Ketika datang badai, jangan lari. Tapi hampirilah. Karena badai hanya untuk orang-orang agung.
Maaf kalo beda banget dari aslinya. Bener-bener lupa :D

Monday, May 15, 2006

Roti Panggang

Sewaktu outbound, salah satu makanan yang disediakan adalah roti panggang. Di situ sudah disediakan roti dan pangganger-nya. Pertama bikin, rotinya tidak jadi-jadi. Begitu jadi, ternyata belum mateng. Akhirnya saya naikan lagi timernya dan beberapa menit kemudian roti siap dihidangkan.

Esok paginya, saya juga bikin roti panggang lagi. Kali ini, biar tidak perlu bolak-balik, saya naikan langsung timernya dengan harapan bisa cepat matang (padahal cepat tidaknya kan hanya dipengaruhi oleh panas / suhu, bukan timer). Begitu selesai, jadilah roti panggang afrika seperti gambar di atas :D

Ya, dalam kehidupan seringkali kita tidak sabar akan hasil. Sehingga terkadang hilanglah akal sehat dan munculah serakah, cara-cara instant. Seperti roti di atas, adalah contoh dari ketidak sabaran yang menelurkan keserakahan. Padahal seharusnya memanggang roti sudah memiliki standar waktu tersendiri. Namun karena tidak sabar akhirnya justru menjadikan roti menjadi hitam.

Begitu juga dengan proses-proses kehidupan ini, seringkali sudah memiliki timeframe tersendiri. Tapi karena ketidak sabaran kita, justru hilanglah akal yang seharusnya dapat membantu kita menjalani proses-proses itu. Bunuh diri, judi adalah contoh ekstrimnya. Dalam lingkup kehidupan kita, "memotong jalan" mungkin salah satu tool yang ampuh untuk menyelesaikan masalah. Namun bila salah menggunakan, tool tersebut justru menghilangkan clue yang seharusnya membantu kita menuju akhir proses.

~mimpi apa gw semalam
~pagi-pagi sudah nulis yang kaga jelas kaya gini

Wednesday, May 10, 2006

Harimau dan Buaya

Ada ungkapan yang sering kita dengar. Keluar mulut harimau masuk mulut buaya (atau sebaliknya, up to u deh). Mungkin itulah pepatah yang pas buat gw sekarang ini.

Belakangan ini gw bosen dengan rutinitas gw. Dan sekarang, gw sudah bisa lepas dari rutinitas yang membosankan itu. Sekarang gw nggak lagi pulang cepet dan "terbengong-bengong" di kosan. Sekarang gw punya rutinitas baru lagi. Training SAP di pagi sampe sore hari hingga 9 Juni, dan ngerjain tugas rutin (HR) di pagi (banget) sampe malem (banget). Tapi, ternyata meskipun ada rutinitas baru, ternyata rutinitas itu juga kayaknya nggak bakalan jauh dari yang namanya membosankan juga :(( Bayangin aja, dateng 1/2 7 buat ngerjain tugas sampe jam 1/8. Terus training SAP sampe sore. Dan berikutnya, setumpuk job sudah siap-siap nunggin buat ngerjain gw sampe malemnya (catet ya... ngerjain!!!)

Yeah...
cuma satu yang ada di pikiran gw...
JUST DO IT. I'LL GIVE MY BEST.
Mungkin itu satu2nya yang bisa gw lakukan...

~susah jadi manusia

Tuesday, May 09, 2006

Training

Sehubungan dengan (hampir) kelarnya sebuah proyek besar di kantor, sebagian dari orang Technology Center ditraining SAP-ABAP buat ngebantuin proyek lain yang (SAP) yang diharapkan kelar awal taun depan. Ngga tau deh buat berapa lama, tapi katanya sih kalo training TAW 10/12 itu bisa nyampe 5 minggu. Berarti selama 5 minggu itu para trainee bakalan "dikarantina" di AHTC selama 5 minggu itu.

Enak sih... tapi, berhubung kerjaan rutin tetap harus dikerjain, jadinya sekarang malah "kerja 2 kali". Harus ikut training dan ngerjain proyek di HR. GW sendiri bingung, gw kan sudah dialokasikan untuk proyek HR. Tapi kenapa tetap diikutkan training SAP yang jelas-jelas bakalan dipake di proyek SAP (bukan HR). Apakah artinya gw bakal di alokasikan ke kedua proyek? OMG! Please... Mudah2an sih ngga. Tapi kalo ngga berarti "sia-sia" donk perusahaan men-training-kan kan gw di training SAP-ABAP. Jadi makin bingung.

Btw, FYI, SAP seringkali diplesetkan dengan Sistem Amat Pelan. Tapi gw belum ngalamin karena servernya masih pake server lokal. Tapi kalo dibilang Setan Aja Pusing, mungkin ada betulnya. Apalagi gw belajar SAP-ABAP, yang gw sebut Setan Aja Pusing - Anak B***an APalagi, hahaha...

Outbound

Jumat kemarin sampe minggu kantor ngadain outbound sebagai "acara perpisahan" proyek AHMPS. Lokasinya di Hotel Putri Gunung Lembang. Awalnya gw takutnya lokasinya ada depannya alias (di depan) Hotel Putri Gunung Lembang :D Soalnya desember kemarin juga gitu. Tapi begitu bisnya sampe di hotel, gw baru tau kalo ternyata sekarang outboundnya benar-benar di hotel.

Gamenya pun lebih sante daripada yang dulu-dulu. Cuma di halaman hotel. So, ngga ada deh naek-naek pohon, palagi sampe turun tebing. Sebenernya kangen juga sih naiek-naek lagi gitu, apalagi pas turun tebing, asik bo!!! Tapi mungkin karena sekarang sifatnya lebih ke perayaan (hampir) selesenya projek besar, ditambah lagi ikutnya para "sesepuh" mulai dari subdept head, dept head, bahkan sampe div head. Makanya acaranya sante dan tempat makannya pun asik-asik. Tiga kali makan diluar. Satu hal yang jarang pada outbound-outbound sebelumnya. Jumat malam di warung jagung bakar (pesenannya nggak nyampe-nyampe :( ), Sabtu malam di cafe Valley dan minggu siang di cafe Bali sebelum pulang. Nyam-nyam...

Untuk detail acara / game nanti gw tulis tersendiri deh.

Thursday, May 04, 2006

Hua....

Hua...
Ini dah hari yang kesekian gw "ngga ada kerjaan". Kerjaanya cuma ngerapihin file-file yang sebenernya sudah rapi (rapi? yakin lo :D). Kerjaan lain paling cuma chatting, blogging, browsing, dan sekarang akhirnya jadi tertarik buat bikin web sendiri. Ikutan ngambil domain di depkominfo dan cari-cari web hosting yang murah dan ada free trialnya. Cuma tertarik! Ngga tau kelanjutannya :p

Apa ini berarti gw makan gaji buta? au ah... gelap! segelap... hihihi...

Btw, terima kasih demo buruh, gara2 macet kemarin pada males pulang dan akhirnya maen dota di kantor :D

Wednesday, May 03, 2006

What Am I Doing

Entah kenapa, belakangan ini gw jadi mulai ngerasa bosen. Bosen hidup! Weitz... tunggu dulu, maksudnya mulai bosen dengan kehidupan gw sekarang. Bosen dengan aktifitas dan komunitas yang itu-itu aja. Gw pengen sejenak "keluar" dari hidup gw.

Emang sih, kalo dipikir-pikir, sebenernya banyak waktu luang gw yang "terbuang" percuma. Pulang sore (sebelum maghrib), gw cuma baca ato nonton tv. Padahal banyak aktifitas yang bisa dikerjain dari sore sampe malam. Tapi apa? Come on! What am I doing? Masa gitu-gitu mulu sih.

OK...OK... sebenernya gw sudah punya rencana buat ngisi waktu luang itu, tapi gw ngga tau tempat-tempat untuk itu. Ini ada beberapa daftar kegiatan (yang cukup menarik perhatian gw - baru kandidat lho) yang bisa menambah variasi aktifitas dan komunitas sekarang ini.

1. Les bahasa Inggris (conversation). Yup, lumayanlah buat nambah2 kegiatan. Sekalian biar gw bisa nonton DVD tanpa text :D Maklum, masih harus baca text kalo nonton film barat :D Tapi... kemarin dah nanya2 soal pendaftaran, ternyata biayanya terlalu gede. Nggak mungkin bisa dalam waktu dekat ini. So, buat yang ini kayanya harus dipending.

2. Belajar Al-Quran. Dulu gw pernah baca artikel di majalah hidayah kalo di jakarta pemerintah punya semacam sekolah ilmu al quran. Kalo nggak salah itu ada di bawah naungan salah satu dept. Tapi gw lupa. Jadwalnya juga sore hari. Tapi masalahnya, gw sama sekali nggak ada bayangan institusi pendidikan itu ada dimana. Bahkan nyata ato ngga pun ngga tau :p Tolong donk, buat pembaca yang tau institusi pendidikan itu (ato yang sejenis juga gpp), kasih tau gw ya, terserah lewat comment, shoutbox, email, chat, hp, ato apapun. Gw butuh banget nih. Thx b4.

3. Kursus mengemudi. Emang sih, COP (car ownership program) masih lama :p Tapi ngga ada salahnya kan kalo belajar bawa mobil mulai dari sekarang. Tapi yang ini juga pending dulu deh. Selain budget belum siap tempatnya juga belum tau :D Pengennya sih belajarnya di tempat-tempat kursus biar bisa langsung dapet SIM (gitu bukan?)

4. Olah raga. Yang satu ini juga bisa jadi salah satu kandidat, fitness, beladiri, ato olah raga lainnya. Tapi sekali lagi, masalahnya, gw belum tau tempat2nya :D Ada yang punya rekomendasi? (FYI, gw ngga suka dengan olah raga yang full bofy contact kaya karate dsb, kalo belajar pake cakra sih gpp :p)

Itu dia serentetan kandidat yang lagi gw pertimbangkan. Gw butuh info-info dari para pembaca yang budiman untuk memilih kandidat-kandidat itu supaya gw ngga salah memilih. Sekali salah pilih, akibatnya lima taun lho... halah...

Tuesday, May 02, 2006

Sesuai dugaan

Tadi gw iseng pengen tau kelanjutan registrasi pra bayar yang seharusnya selesai tanggal 28 April kemarin. Trus gw search dan dapet berita di depkominfo.

Dulu katanya kalo tanggal 28 April belum melakukan registrasi, maka pengguna pra bayar akan kehilangan nomornya karena bakal dihanguskan. Tapi gw nggak percaya karena sebulan sebelum deadline, dari data yang gw liat (lupa dimana) masih banyak yang belum daftar. Sampai jam 10.00 WIB tanggal 28 April baru terdaftar 40jutaan dari 50jutaan atau sekitar 80%an (liat aja di berita). Dan ternyata seperti dugaan gw sebelumnya, proses registrasi ini pasti akan mundur. Pemerintah masih mau nunggu sampai 30 Juni buat ngumpulin data-data pengguna pra bayar itu.

~ayo nebak lagi, mundur lagi nggak?
~:D

Monday, May 01, 2006

DOWNFALL (DER UNTERGANG)

Ini dia film yang pengen banget gw tonton dari desember kemarin waktu ada JIFFEST. Film ini menceritakan saat-saat terakhir Hitler di tempat persembunyiannya. Tapi sayang itu film penutup dengan tiket terbatas. Akhirnya gw ngga jadi nonton deh :( Abis itu, setiap hunting dvd, gw selalu menyempatkan mencari dvdnya. Yang asli lho (bajakannya :p). tapi nggak nemu juga. Eh, pas lagi liat2 di 21cineplex ternyata film itu sudah maen. Wah, akhirnya bisa nonton juga :) Berarti sekarang film ini menjadi film wajib tonton dalam daftar film2 yang pengen gw tonton sekarang ini :)

Gw sendiri bingung kenapa gw pengen banget nonton film ini. Mungkin karena dulu waktu JIFFEST gw ngga dapet tiketnya. Makanya sekarang gw jadi pengen banget balas dendam :p Bulan ini harus bisa nonton!!!

Pada mo nonton bareng ngga? Abip? Inut? Dew? 2K?

~jiffest
~jadi inget barkah
~inget kata rekan uyo, jangan lupa pulang
~gpp kan Yo? gw link dari sini :D

Play 4 Fun

WeekEnd kemarin, gw maen lagi ke tempat baya. Maen dota semalaman. Walaupun dibantai mulu ma temen2nya baya :D abisnya jago2 sih. Besok paginya, gw berharap bisa maen bola lagi. Tapi ternyata... kali ini masih nggak ada bola, hiks... badan udah jarang digerakkin nih. Akhirnya sabtu siang cuma buat tidur di kos lay karena semalam abis ngeronda di pd kelapa :D (ngeronda apa ngedota :D). Bangun tidur disuruh ke MUI ma koordinator, katanya ada ngaji jam 1/2 5 an. Hmm... males... Cari alasan aja ah. Gw bilang mo nonton playboy kabel. Seru juga, apalagi pas si cewe mulai bilang "Di rumah sepi lho", lanjutannya jadi makin seru lagi sampe temen2 yang nonton pada ketawa. Nggak tau ketawa apaan. Ketawa pengen ato... ups... sensor deh :D Setelah selesai nonton, ternyata si koordinator masih belum berangkat jadi masih diminta untuk ke MUI. Karena waktu itu mendung, gw cari alasan lagi. Gw bilang, "Ntar aja berangkatnya nunggu hujan". Tapi ternyata ketauan itu cuma alasan. Abisnya kalo hujan kan nggak mungkin berangkat, masa perginya nungguin hujan. Nggak elit banget alasannya. Akhirnya gw pun ikut jalan ke MUI dan dengerin Pa Gun ngasih tausiyah sampe maghrib.

Esok paginya, gw diajak nura maen badminton di FIB atau sastra. Eh, maksudnya FIB ato FISIP. Akhirnya gw, nura ma John, minggu pagi main badminton di FIB. Karena pada ngga ngerti, masang net aja mesti minta bantuan orang lain :D Baru berapa menit main, terjadilah tragedi kaya titanic, kapal pecah. Tapi kali ini yang terjadi raket pecah :D Tapi... lumayan juga, akhirnya gw bisa ngeluarin keringet lagi :D Apalagi kata nura biasanya dia maen setiap sabtu. Berarti mulai minggu depan gw bisa punya rutinitas baru lagi. Badminton! Asik... plaf for fun. Soalnya kalo maen ma sepupu di bintaro maennya play to win :( jadi nggak asik. Nggak bisa gaya2an. Halah... ni mau maen ato mo ngegaya sih :p Tapi minggu depan gw nggak bisa ke depok nih. Mo outbound di lembang, acara kantor. Jadi mungkin dua minggu lagi gw bisa mulai rutin maen badminton, Play For Fun!!!

Wednesday, April 26, 2006

Ice Age 2

Eits, tunggu, ini bukan preview, atau promosi, tapi cuma cerita aja.

Minggu kemarin gw abis nonton ice age 2. Ada yang mau gw ceritain kembali. Tapi nggak murni persis kayak cerita aslinya. Gw cuma mau cerita insight dari film itu (cie.... insight bo, insight). Setidaknya ada tiga tokoh yang cukup berkesan buat gw. Tapi gw nggak apal nama2 tokohnya nih. Gw sebutin aja ya tokoh2nya. Diego si singa (bener ngga?), si pemakan kenari, dan si mammoth cewe.

Yang pertama si singa. Sebagai raja hutan, dia merasa bahwa dia adalah sang pemberani yang tidak memiliki rasa takut sedikitpun. Rasa takut hanya dimiliki oleh para mangsa, kata si singa. Temannya, si Sid, mengatakan bahwa di darat mungkin singa adalah sang raja, tapi di air, singa adalah mangsa. Mangsa bagi para penghuni air, atau bahkan mangsa bagi air itu sendiri. Tapi bukan ini yang buat gw berkesan. Yang berkesan adalah di saat-saat terakhir ketika temannya si Sid jatuh ke air dan hanyut sementara "si kembar" tidak berhasil menahan derasnya arus air. Ketakutan yang luar biasa terhadap air membuat si Singa tidak berani untuk menolong temannya. Akhirnya dia berusaha untuk berpikir bahwa dia bukanlah mangsa sang air, dialah sang pemangsa. Dia cabik-cabikan cakarnya ke air karena air adalah musuhnya, air adalah mangsanya, hingga akhirnya dia berhasil menaklukan air dan berenang untuk menolong temannya. Yup, dalam kehidupan pasti kita sering menemui ketakutan-ketakutan. Mungkin kita perlu belajar pada si Singa bagaimana dia berhasil menaklukan ketakutan. Im not the prey, but Im the prowler.

Yang kedua, si pemakan kenari. Usahanya dalam mengejar kenari sungguh luar biasa. Tebing es yang tinggi, sekumpulan piranha, burung elang, tidak membuat dia berhenti berusaha untuk mengejar kenari incarannya. Tinggi tebing es tetap dia daki(?). Bahkan ketika kenari yang berhasil dia dapat dimakan oleh piranha, dengan segenap jurus2 yang dimiliki, dia buat piranha2 itu babak belur dan merebut kembali kenarinya. Memasuki sarang elang pun dia lakukan demi kenari itu. Hingga akhirnya dia hanyut terbawa arus air yang deras. Luar biasa! Entah motivasi apa yang membuat dia jadi begitu. Mungkin jawabannya hanya satu. Kenari! Begitu juga dengan kita. Kita mungkin suka bermalas-malasan kalo mengerjakan sesuatu. Bisa jadi kita belum menemukan kenari-kenari kita yang membuat berusaha seperti si pemakan kenari di atas. Berarti yang harus kita lakukan supaya kita menjadi orang yang tangguh dalam melakukan sesuatu, kita harus menemukan kenari-kenari kita. Ato mungkin kita harus membuat sendiri kenari-kenari kita. Lets find our walnut!

The last, si mammoth cewe. Si mammoth ini sejak kecil bergaul dengan dua ekor (lupa). Hal ini membuat dia bertingkah seperti temannya itu. Dia tidak sadar bahwa dia adalah seekor mammoth yang memiliki kekuatan besar. Ketakutannya terhadap siang, ketakutannya terhadap elang, merupakan contoh bukti bahwa dia tidak menyadari siapa dirinya yang berarti dia tidak menyadari apa yang dimilikinya. Salah satu kasus lain adalah ketika dia terjepit oleh pohon2 yang tumbang. Dia berusaha melepaskan pohon itu dengan cara menerobos, bukan mengangkat pohon. Padahal dia memiliki kekuatan untuk melakukannya. Seperti halnya kita, ketika kita dibesarkan dengan suatu lingkungan / kondisi, maka yang terjadi adalah kita akan memiliki sifat2 atau perilaku2 yang mirip dengan lingkungan kita meskipun secara "alami" itu bukan sifat kita. Tapi dengan belajar mengenal diri kita sendiri, kita bisa mulai "menyadari" kekuatan kita. Masalahnya, terkadang orang lain atau pihak lain lebih mengetahui siapa kita. Sehingga ketika pihak lain memberikan kita tanggung jawab yang di mata kita terlalu besar, kita akan berusaha untuk menolak. Padahal kita bisa melakukannya. Padahal kita mampu. Lets Find, who am I?

Gampang ya nulisnya? Tapi buat merealisasikan? Hahaha....

Monday, April 24, 2006

Weekend ku sayang Weekend ku malang

Weekend kemarin merupakan sabtu yang kesekian nggak ada bola. Pada kemana sih? Kok nggak ada yang muncul. Udah pada mulai sibuk ya. Kayaknya ada yang sibuk ngurusin hari H, ada yang sibuk ke "rekreasi hati" ke jatinangor, ada yang lembur, ato mungkin ada yang lain lagi :) Untunglah di kosan lay ada naruto movie, seharian cuma nonton naruto + maen dota kalo dah bosen nonton narutonya. Nyari buku uml juga adanya cuma yang edisi Indonesia, lumayan lah buat ngerefresh lagi. Soalnya mo dipake senennya buat meeting pake OOAD. Gawat kalo ga tau apa2, bisa cengak-cengok di dalam meeting.

Buat minggunya, gw juga mulai merambah "daerah jajahan" baru. Gw jalan-jalan ke karawaci, dan nonton ice age2 di lippo karawaci (setelah gagal 2 minggu sebelumnya, akhirnya jadi juga :D). Kali ini ga pake motor karena daerah baru ini bener-bener baru buat gw. Jadi dari pada nyasar tanpa jejak sedikitpun, akhirnya gw jalan pake bis :D Ternyata rame banget ya di karawaci. Twenty one murah lagi, cuma noban. Udah gitu pas mau pulang ada AFI lagi konser. Katanya sih ada "tanding" Jakarta vs Makasar. Yang gw liat dan gw tau cuma Ferry. Itupun kalo gw ga salah liat :D.

Yah.. itulah ritual weekend kemarin yang masih tanpa bola. Ayo donk!!! Bolanya mana? Udah mau Juni nih... (Q:emang apa hubungannya? A:Kan dah waktunya demam bola :D Secara dah deket piala dunia gitu lho)

Thursday, April 20, 2006

Hell or Heaven?

Iseng pengen nulis :D
Tadi baru chatting ma temen, isinya kurang lebih gini

...
pren1: nah ceritanya pren2 ingin ngobrol sama pren3
pren1: ber-3
pren1: buat tanya2 soal project sekarang
pren1: tapi dasal pren3 usil malah ngerjain kalian
arifi100: :))
arifi100: lagi di neraka dia ya :))
pren1: weleh
pren1: kamu ngatain aku juga
pren1: :(
arifi100: lha, emang kamu juga, bukannya dah biasa
pren1: hehehe
pren1: mungkin
pren1: sekarang aku jadi banyak kerjaan
pren1: datang paling rajin
arifi100: hell or heaven? its just a state of mind.
arifi100: weleh weleh...
pren1: pulang paling akhir
pren1: kerjaan paling banyak
...

(nama disamarkan atas permintaan pren4 di milis :D kecuali gw donk)

Itulah cuplikan dari chat yang barusan. Ada satu hal yang pengen gw bahas di sini. Yaitu "hell or heaven". Ada seorang yang berpendapat (edited):
Hell or Heaven is not a destination or place, but its a state of mind
Pendapat ini mungkin ada benarnya karena apa yang gw kerjain sekarang, mungkin buat orang lain seperti neraka. Tapi karena gw enjoy-enjoy aja, apa yang orang bilang neraka justru buat gw merupakan surga.

So, its Hell or Heaven? Its up to you

~jam segini chatting
~kerja woi, kerja!!!
~tau kan kenapa gw bilang sekarang lagi di heaven :))

Wednesday, April 19, 2006

Zona Nyaman

Tiap orang punya zona nyaman masing-masing. Dan zona nyaman gw sehari-hari adalah pulang kerja antara jam 5 - 7, nonton tv / nonton dvd / baca buku / tidur. Itulah rutinitas gw yang sudah gw rasakan nyaman :D

Hari ini, gw sejenak mau keluar dari zona nyaman. Ada "tamu spesial" yang sekarang lagi di jkt. Sore nanti, gw nggak langsung pulang ke kos tapi harus keliling-keliling dulu. Ngojek kalo kata abip (ojek khusus jurusan mall to mall :p). Ya, gw mau maen-maen dulu dan sejenak keluar dari zona nyaman gw. Keluar dari zona nyaman dan memasuki zona nyaman sekaleeeeeeeee....... =))

Tuesday, April 18, 2006

Side Job

Sabtu pagi, bersamaan dengan munculnya sang mentari, ketika kedua jarum jam dinding kamarku tampak mesra berada di antara rumah ke enam dan ke tujuh, aku turun dari kosku. Kosku ada di atas sementara bagian bawah rumah ditempati oleh Ibu Kos dan keluarganya. Pagi yang cerah untuk beraktifitas pikirku. Dan pagi itu memang aku berencana untuk mencuci motorku yang sudah glopot karena beberapa hari ini memang lagi sering hujan.

Kuambil kunci ruangan samping rumah yang berfungsi sebagai garasi dari kantong celana. Tampak dua ikat kunci di tanganku, kunci kos dengan gantungan bergambar topi baret merah kebanggaan kelompok kesatuan khusus dan kunci motor dengan gantungan berlambang huruf H seperti yang biasa terlihat di sebuah mobil. Perlahan kumasukkan ujung besi salah satu kunci ke lubang pintu dan kuputar searah jarum jam dua kali. Terdengar bunyi kunci yang bergesekan dengan daun pintu, dan terbukalah pintu garasi. Motor bebek dengan warna dominan hitam yang sedang bertengger paling kanan dekat dengan dinding kukeluarkan dan kuparkir di halaman depan, tidak jauh dari keran.

***

Kubuka keran dan kuisi ember yang tampak sudah siap menampung air di bawahnya. Sambil menunggu ember terisi penuh, kuambil perlengkapan untuk mencuci di pojokan dekat pintu garasi. Sikat, lap, selang, dan sebagainya. Setelah air tampak merayap ke bibir ember dan siap melompat keluar, kututup keran dan acara cuci pagi pun segera dimulai.

"Sayur... sayur..." Teriak seorang tukang sayur. Suara lantang tukang sayur yang biasa dipanggil bang Romy itu terdengar jelas karena berada tidak jauh dari tempat ku memulai aktifitas pagi. Dia mangkal di depan rumah yang merupakan kosku. Tampak Ibu Suci dan Ibu Endang sedang memilih-milih bahan yang akan dimasak untuk siang ini. Biasanya bang Romy, tukang sayur keliling yang biasa mangkal di depan kos ditemani oleh beberapa ibu-ibu komplek yang berbelanja. Namun pagi ini ternyata baru dua yang datang.

"Assalamualaikum..." salam Bu Yanti yang baru datang. Tampak di sebelah kanannya mengikuti seorang gadis cantik. Ganis cantik yang menurutku umurnya tidak jauh di bawahku. Seketika itu juga pandanganku beradu dengan pandangannya. Kokohnya pagar besi yang menghijab kami ternyata belum mampu meredam gejolak darah muda kami untuk memperhatikan satu sama lain. Meskipun hanya sesaat, namun itu telah melahirkan rasa ingin tahu siapa gerangan dirinya.

"Waalaikum salam" jawab semua yang ada di situ serempak.
"Pesanan saya ada Bang?" tanya Bu Yanti pada Bang Romy begitu salamnya seesai dijawab.
"Sebentar Bu, saya cari" jawab Bang Romy sambil mencari bungkusan plastik berwarna hitam berisi ikan tongkol dan udang.
"Ini dia pesanannya" kata Bang Romy begitu menemukan bungkusan yang dimaksud.
"Semuanya jadi tiga puluh tiga ribu" tambahnya.
"Orang baru Bu?" selidik Bang Romy sambil melirik ke arah si gadis.
"O iya, ini kenalin ponakan saya, Yuli." Kata Bu Yanti memperkenalkan orang yang di sebelahnya.
"Dia baru ketrima kerja di Astra Group, di..."
"Toyota" sambung Yuli ketika melihat raut muka tantenya yang berusaha mengingat sebuah nama.
"Ya, di Toyota" lanjut Bu Yanti seraya mengembalikan ekspresi mimiknya.
"Saya sih penginnya dia tinggal aja di rumah, lumayan kan bisa ngirit uang kos dan makan. Dari sini juga nggak jauh-jauh amat kok ke kantornya. Naik angkot juga paling2paling cuma setengah jam. Tapi katanya dia mau belajar mandiri. Jadi dia maunya ngekos aja. Tapi selama dia belum dapat kos yang cocok, sementara tinggal di rumah dulu." Papar Bu Yanti menjelaskan keinginannya.
"Ibu ini kayak nggak pernah muda aja?" Canda Bu Suci
"Ntar jadi ketauan donk siapa aja yang ngapein dia" goda Bu Suci sambil melempar pandang ke arah orang yang dimaksud. Senyum kecil terlukis di bibir Yuli seolah mewakili rasa malu karena godaan itu. Sementara tawa orang-orang di sekitarnya terdengar selaras dengan tiupan angin yang juga meniupkan tawanya. Tak terkecuali, aku yang sedang asik dengan motorku ikut tertawa, tertawa lebar, meskipun cuma dalam hati.
"Lagipula, Toyota gitu loh..." tambah Bu Suci dengan gaya gaulnya. "Gajinya kan gede. Nggak bakalan abis deh buat ngekos doang"
"Emang sih. Gaji... cukuplah." Jawab Bu Yanti. "Tapi kehidupan Jakarta kan lain dengan kehidupan di daerah. Apa-apa serba mahal. Kalo hidupnya nggak kekontrol bisa angus semua gaji."
"Bener juga sih. Kakakku yang kerja di telkomsel aja, yang gajinya juga lumayan banget, tetep aja kurang. Sampe-sampe akhirnya cari usaha sampingan. Sekarang istrinya buka kios di rumahnya." Sambung Bu Endang yang tampak sependapat dengan Bu Yanti. "Sekarang mau masuk TK aja harus siap jutaan. Apalagi kalo mau masuk SD, SMP, SMU. Gimana kuliah coba? Hmm.... pusyiiing" Katanya sambil memegangi keningnya dengan kedua tangannya.
"Yah.... Bu, kalo dibikin pusing, hidup ini emang bikin pusing" Bang Romy menganggapi. "Apalagi soal duit. Kaga bakalan ada abis-abisnye mpo. Percaya ma abang!" canda Bang Romy dengan logat betawi yang dibuat-buat. "Salah satu cara buat nutup masalah duit itu, emang usaha sampingan. Tapi kebanyakan orang lebih suka membuka usaha sampingan yang menghasilkan duit."
Mendengar perkataan itu, Bu Yanti langsung memprotes keras ucapan bang Romy "Ya iya lah. Mana ada orang yang buka usaha sampingan yang menghasilkan duit. Terus ngapain donk cape-cape buka usaha."
"Iya, ibu-ibu sih enak" jawab bang Romy. "Ibu-ibu kan pada punya waktu, pada punya duit, pada berpendidikan. Jadi mau bikin usaha sampingan apa aja nggak ada masalah. Lha kalo saya. Sekolah cuma mpe es-de, waktu abis buat dageng, duit juga kage punye. Usaha sampingan? Mimpi kali ye... Tapi untungnya saya punya usaha sampingan yang nggak perlu sekolah yang tinggi, nggak ngabisin duit, dan bisa dikerjain kapanpun dan dimanapun. Tapi ya itulah Bu, kage ade duitnye"
"Lho usaha kok nggak ada duitnya. Gimana sih bang?" potong Bu Yanti.
"Makanya dengerin dulu deh bu." Balas Bang Romi. "Umumnya orang kan cari tambahan duit buat menuhin kebutuhannya. Karena saya nggak bisa cari tambahan duit, ya udah akhirnya saya cuma nyari tambahan ruang di dalam sini supaya apa yang saya miliki dapat saya terima bu." Jelas Bang Romy sambil menunjuk ke dadanya. "Hehehe... beginilah nasibnya orang kecil bu. Kalo nggak gitu, pasti kita malah dipermainkan kehidupan. Cie... tukang sayur aja belagu. Qeqeqeqeq...." Canda bang Romy diikuti oleh canda tawa ibu-ibu, dan tentu saja, Yuli juga ikutan. Aku pun cuma tersenyum dalam hati.

***

Sejenak aku merenung atas apa yang bang Romy ucapkan. Kata-kata itu mungkin "cuma" suara lirih seorang tukang sayur. Tapi, suara lirih itu seperti geledek yang mengetuk pintu-pintu langit kehidupan yang mulai menutup dan menghijab kalbu dari indahnya sebuah makna. Makna dari sebuah kata, syukur. Nafsu-nafsu yang selama ini kubiarkan hidup, ternyata mulai tumbuh dan mengarat. Karat itu terus mengikis dinding hati hingga ruang kalbupun menyempit. Sempitnya kalbu telah membuat apa yang aku miliki selalu terlihat kecil. Ketidak puasan yang terbungkus dalam perasaan ingin memiliki selalu muncul. Entah apa jadinya kalo karat-karat itu kubiarkan terus menggerogoti sisi-sisi kalbuku. Beruntunglah aku. Hari ini aku mendengar suara lirih seorang tukang sayur yang mampu menggetarkan karat-karat itu hingga meluruh sedikit demi sedikit. Pancaran cahaya hati yang mulai jernih membuat makna syukur kembali bersinar dan menyinari langit-langit kehidupan yang mulai meredup.

***

Tak terasa, ternyata motorku sudah kembali mengkilap setelah sekitar setengah jam aku mandikan. Dan dia pun sepertinya sudah siap aku ajak jalan-jalan untuk menjalani ritual weekend. Peralatan cuci motor pun aku bersihkan dan aku kembali ke atas, ke kamarku. Mandi, and... ready to go!!!

the*end

Thanx to:
Bang Romy yang telah menyalakan kembali arti syukur yang mulai meredup. Bukan masalah siapa dirimu, di mana dirimu, nyatakah dirimu, pesanmu akan selalu terpatri dalam hati untuk mengusir karat-karat yang mengikis arti sebuah syukur.

Telpon

Jam 10:23
Hp bergetar dan mengeluarkan nada khas yang sudah gw setting sesuai grupnya masing-masing. Setelah gw liat, ternyata nama sweets home muncul di hp. Gw jawab panggilan itu dan terjadilah sebuah percakapan. Nggak penting menuliskan apa yang terjadi di percakapan tersebut. Tapi yang penting isi dari percakapan tersebut. Si penelpon mengabarkan bahwa karena suatu urusan (?) dia akan berangkat ke jakarta hari ini. Nggak tau untuk berapa lama. Tapi yang pasti, kutunggu di jakartaku :)

Monday, April 17, 2006

The Crims

Akhir bulan februari, gw gabung ma temen-temen maen The Crims. Sejak maen The Crims, banyak hal yang terjadi. Hampir tiap hari gw masuk di 50 besar jajaran pengguna internet terbanyak. Bahkan pernah juga sampe masuk 10 besar. Setiap hari, sebelum "mati" ato "dipenjara" gw selalu mengintervensi kerjaan gw dengan mencari "korban" pembunuhan. Lumayan juga waktu yang "terbuang" dengan intervensi itu. Apalagi di belakang gw ada sederetan "sesepuh". Ga enak juga kalo ketauan maen waktu kerja :p

Pokoknya, mulai sekarang, gw mau berhenti maen the crims. Catet ya,
GW BERHENTI MAEN THE CRIMS

Emang Duit Gw

Masih inget kasus duit ilang gw? Emang dasar masih duit gw kali ya, jumat kemarin ternyata rekening gw nambah sebesar duit yang ilang.

Jadi ceritanya gini. Jumat pagi (awal long weekend bo), duit yang ada di dompet tinggal 2ribu. Gawat kalo jalan cuma pake duit segitu. Takut aja kalo kena tilang trus ga punya duit, males ngurusnya :p, harus imp segala. Akhirnya gw muter2 nyari2 ATM Permata dan nemu di daerah sunter. Abis ngambil, ternyata saldo gw dah nambah lagi. Padahal katanya kan SLA-nya 16 hari. Ini baru berapa hari. Tapi gpp lah, yang penting duit gw balik :D


Ket:
SLA = (kayanya) Service Level Agreement

Thursday, April 13, 2006

Males

Nggak kaya biasanya, hari ini kok males banget kerja. Mungkin karena bentar lagi long weekend ya :D Minggu ini kerja cuma tiga hari. Dan tiga hari itu juga diapit oleh dua long weekend. Betapa puasnya.
Tapi masa sih kebanyakan long weekend malah bikin males kerja. Ato ada yang lain? Au ah. Pokoknya bentar lagi long weekend :D Maen bola, dota, ps, n... lama juga nggak ke bintaro-pd pucung. Ada kabar apa ya di sana?

Tuesday, April 11, 2006

Weekend kelabu

Long weekend kemarin, seperti weekend-weekend biasanya, ada rencana buat maen dota di pondok kelapa. Tapi kebetulan, long weekend kali ini anak2 lagi pada nggak bisa maen. Gw ada acara ama 'nanang dan nining' dari Bandung. Abip ada acara dari menpora. Edi ada acara ke rumah sodara. Akhirnya acara pun dibatalin. Padahal di milis sudah ada 'undangan resmi' dari Pande selaku tuan rumah. Tapi karena alasan masing2 akhirnya acara tetap dibatalkan dan rencananya akan digantikan hari minggu.

Pada hari minggunya, gw dapet sms dari abip. Isinya mengabarkan kalo acara hari senin di warnet baya dibatalkan karena abis warnetnya kerampokan. "Innalillahi" kata gw lirih. Seolah nggak percaya, gw langusng nelp abip dan ternyata kabar itu emang bener, bukan becanda. Langsung muncul dalam bayangan gw, seandainya kami nggak batalin acara malam sabtu itu, mungkin ceritanya jadi lain. Kemungkinan pertama para perampok nggak jadi ngerampok. Kemungkinan kedua yang masuk berita kompas bukan cuma baya dan temannya, tapi juga ditemani sekumpulan anak2 yang suka perang2an / bantai2an tapi langsung njiper kalo liat golok :D

Minggu malam, gw nginep di kos edi dan menanyakan kejadiannya ama firman (hayo... yang nggak punya alasan nggak datang malam sabtu cuma lo kan... :p becanda man). Selasa paginya, akhirnya gw liat juga beritanya di milis.

Turut berduka cita atas kejadian yang menimpa Baya n friends. Semoga cobaan ini semakin mendekatkan kepada sang Pemilik.

Gampang ya ngomong gitu. Gw yang cuma keilangan duit di atm aja udah panik gitu, palagi Baya n friends ya. Tapi sekali lagi, mudah2an semua ini bisa menjadi ujian yang meningkatkan kualitas kita di mataNya. Amin.....

Thursday, April 06, 2006

536

Angka apa itu? Itu angka yang ditunjukkan counter di blog setelah sebulan dipasang sejak 6 Maret.

~diakseshariinijam6:30

Wednesday, April 05, 2006

ATM dudulz

Setelah sekian lama membaca blog ini, sekarang waktunya quiz buat para pengunjung alias pembaca blog ini. Baca baik-baik dan jawab pertanyaannya (tidak perlu) dengan benar, tapi gunakan juga hati dan keyakinan anda, bukan hanya dengan rasio. OK?

Minggu, 2 April 2006
Pagi jam 6 lewat gw ambil duit di ATM Danamon cabang Tegal. Berhubung rekening yang gw punya rekening permata, maka transaksi dilakukan dengan jaringan Alto. Setelah melakukan prosedur pengambilan duit di ATM, muncul error message yang keluar di screen ATM. Isinya kurang lebih "Transaksi tidak dapat dilanjutkan" dan kartu ATM pun keluar.

Senin, 3 April 2006
Sistem di Bank Permata mencatat sebuah transaksi (pendebetan) terjadi pada tanggal 2 April (hal ini terjadi karena transaksi ATM tidak dapat langsung dibukukan jika terjadi pada hari libur) yang dilakukan. Transaksinya adalah transaksi yang telah gw ceritain pada hari minggu di atas.

Selasa, 4 April 2006
Gw bermaksud memindahkan sebagian uang gw dari rekening Permata ke rekening Muamalat. Tapi muncul error message yang isinya "Saldo tidak cukup". Akhirnya gw cek 8 transaksi terakhir pada rekening Permata. Hasilnya? Transaksi gagal yang terjadi pada hari minggu ternyata tercatat dan mengurangi rekening Permata gw. Gw coba telp ke bank Permata dan gw diminta untuk datang dan mengurus keluhan tersebut. Jam 2 siang gw IMP untuk ke bank permata mengurus keluhan tersebut. Setelah gw menceritakan kronologis kejadian yang menimpa gw, akhirnya customer service memasukkan keluhan gw untuk diproses dan gw mendapatkan bukti input keluhan tersebut.


Pertanyaannya, ada apa ini?
a. mungkin gw mulai jarang infak
b. mungkin gw mulai jarang sedekah
c. mungkin gw mulai lupa ma orang2 yang berhak atas sebagian rizki gw
d. mungkin sudah saatnya gw 'naik level' sehingga harus ikut 'ujian'
e. semua jawaban benar
f. isi sendiri pilihan anda...

Jawaban bisa dikirimkan melalui comment-comment di bawah ini sebelum kemarin. Lho?!@#$%^&*


Ket:
IMP = Ijin Meninggalkan Pekerjaan

Tuesday, April 04, 2006

Gope

Nggak nyangka. Belum genap sebulan blog ini gw tambahin hit counter. Ternyata lumayan juga ya, udah sampe 500. Berarti banyak juga pengunjungnya. Ato mungkin orangnya itu-itu aja, tapi sering bolak-balik nggak jelas :p

Makasih... makasih.. atas kunjungannya

Monday, April 03, 2006

Pulang kampung

Kemarin abis long weekend. Dan kali ini bener-bener long. Empat hari! Manthab! Dari kamis sampe minggu. Kesempatan ini gw pake buat pulang kampung. Gw berangkat dari rawamangun jam 1/2 8 rabu malam, sampai rumah jam 4 pagi. Agak alma juga sih. Soalnya sering bisnya sering berhenti di pos. Maklum, posnya banyak. Udah gitu, ada acara ban kempes lagi. Jadi mesti ganti ban segala. Makin lama deh.

Empat hari di rumah nggak ada berita yang menarik. Berita yang ada kaya berita kebanyakan biasanya kalo pas gw pulkam, "seorang temen pindah atau baru dapet kerja". Dan selalu ada saja tetangga-tetangga yang minta kerjaan ma gw. Lho... kok bisa. Disangkanya gw udah punya perusahaan sendiri kali ya, hehehe... amin... gw nggak nolak kok :D Yah... mungkin mereka melihat keberuntungan gw dengan pekerjaan gw sekarang. Alhamdulillah... pekerjaan gw sekarang udah bisa gw andelin. Thx Ya Rob...

Mungkin satu kabar menarik yang ada justru bukan dari rumah, melainkan gw bawa ke rumah. Yup! Kabar yang merupakan rencana gw ke depan yang bikin keluarga harus ikut-ikutan pusing... Sory Mom... sekali lagi aku ngerepotin...

Satu hal yang pasti gw lakukan kalo lagi pulkam, makan!!! Eits, tapi yang ini bukan makan yang kaya biasa, tapi makan makanan khas yang ga bisa (ato susah) gw cari di jkt. Nasi lengko, nasi ponggol, kupat glabed, tahu aci, tahu gejrot. Tapi sayang gw kemarin nggak ngerasain soto ayamnya yang pake tauco. Nyam... nyam...nyam...

Akhirnya... waktu jugalah yang memisahkan gw dengan rumah dan keluarga tercinta. Minggu pagi gw berangkat lagi ke jkt. Balik ke kosan. Dan siap kembali ke rutinitas seperti biasa...

Tumben...

Kemarin hari minggu.
Berarti hari ini hari senen.
Tapi kok tumben nggak ada meeting.
Mungkin karena project lagi sepi.
Yang satu hampir kelar.
Yang satunya lagi, lagi dikerjain ama business analyst-nya.
Jadi kerjaan gw hari ini cuma liat2 aja.
Soalnya pas mau konfirmasi, pihak yang berwenang juga mo meeting.
Jadi seharian ini kerjaan gw ngeliatin kerjaan orang, chating, bolak-balik ke 'diskotik', 'rumah sakit' (untung nggak ke 'penjara' :D), 'mbunuh', 'ngerampok', ama nulis blog ini.
Sebenernya pengen juga nglunasin utang bikin testi, tapi lagi nggak mood.
Hmm.... senen yang beda.
Bener-bener beda.

Tuesday, March 28, 2006

Donor darah

Kemarin gw abis 'setor darah' alias donor darah. Sebelumnya gw belum pernah sekalipun mendonorkan darah gw. Sebenernya pengen juga sih merasakan sensasi di saat jarum (yang katanya gede) menusuk lengan gw dan di saat darah pertama mengalir ke bungkusan plastik penampung darah. Beruntung, kantor gw (katanya) rutin mengadakan acara donor darah. Dan kemarin senin, 27 Maret 2006, di kantor pegangsaan ada donor darah di ruang melati-melur. Akhirnya setelah mengikuti meeting mingguan jam 8 sampe jam 10an, gw bergegas menuju ruang melati-melur untuk mendaftarkan diri sebaga pendonor. Setelah mendaftar, beberapa saat kemudian gw dipanggil untuk diperiksa. Gw ditanya golongannya apa, tidur jam berapa semalam, dan sudah makan belum. Beruntung hari minggu sebelumnya ketika gw mengabarkan ke seorang (calon) perawat bahwa gw akan donor darah, gw disarankan untuk tidak tidur terlalu malam dan makan pagi sebelum donor. Keesokan harinya, gw nggak ada masalah waktu diperiksa. Sebenernya sih kalo soal tidur cepet itu gampang. Tapi kalo ga bangun malam harinya itu yang susah. Kan ada jadwal sendiri :p

Karena yang mau donor lumayan banyak akhirnya gw balik dulu ke ruang kerja. Setengah jam kemudian baru kembali ke tempat donor. Sesampai di ruang donor, nggak lebih dari 10 menit gw dipanggil untuk diambil darahnya. Saat itu pun tiba. Gw merebahkan badan di atas sederetan meja yang telah diberi tempat tidur. Petugas menyiapkan plastik penampung dan jarumnya yang emang terlihat lumayan besar. Jarum pun merobek jaringan-jaringan kulitku dan menusuk ke dalam daging. Darah pun mengucur melalui selang. Sayang gw ga sempet ngeliat. Gagal deh ngeliat darah pertama yang keluar. Tapi beberapa saat kemudian ketika orang di sebelah gw baru mulai proses pengambilan darah, gw sempet ngeliat darah orang itu yang pertama kali keluar. Syuuuurrrrr... darah merah mengalir melewati selang menuju tempatnya. Sekitar 15 menit (kayaknya, soalnya gw ga ngitung sih) akhirnya petugas menghentikan darah yang keluar dari tangan gw dan proses pengambilan darah pun selesai.

Sampai jumpa lagi para petugas PMI...

Friday, March 24, 2006

Meeting of the week

Luar biasa!!!
Biasanya gw meeting cuma sekali seminggu. Tapi minggu ini? Gw meeting 7 kali seminggu. Ada aja deh meetingnya. Senin meeting prod system ma hr. Selasa meeting operational hr. Rabu sharing ama tim prod system tentang n-tier technology. Kamis meeting hr lagi. Dan terakhir jumat meeting hr ma panitia family day. Hmm... cape juga. Ini baru masa transisi lagi. Ga kebayang kalo dah masuk proyeknya

Oya, kemarin gw bikin rekor lagi lho. Gw ngeprick jam di atas jam 7, tepatnya jam 7:17 angka yang cantik, huahahaha... Terus hari ini gw juga bikin rekor lagi, Fastest Lap. Gw cuma butuh 8 menit untuk ke kantor. Kalo sebelumnya kan 14 menit. Kok bedanya bisa jauh gitu? Bingung kan. Gimana bedanya ga jauh kalo tempatnya juga jauh beda? Hehehe... Soalnya tadi gw tadi ke sunter dulu, meeting hr. Itu kan emang deket banget dari kos. Jam 11 an baru ke pegangsaan.

Tugas2 baru mulai berdatangan dan si lembur sudah mulai mengintai di balik rimbunnya job-job yang sudah mulai tumbuh, meninggi, menjulang menembus awan...
TIDAK.................................................

Thursday, March 16, 2006

Ugh......

Ugh... mau nulis kok males banget ya.
Ada apa gerangan?
Para horcrux pada ke mana ya?
Kok jadi sepi gini.
Mana ada penyusup lagi...

Tuesday, March 14, 2006

gt + ym + 2we + 5ie

Selamat gini hari...

Eh, jangan pada ngira judul di atas itu rumus fisika penemuan gw ya. Tapi itu rumus yang gw pake waktu pertama kali ngidupin komputer di kantor di pagi hari. Apa aja tuh? Nih gw kasih tau

gt
Ini singkatan dari Geogle Talk. Soalnya aplikasi inilah yang pertama muncul waktu pertama kali kompi loading.

ym
Wah... kalo yang satu ini pasti dah pada tau donk. Yup ini yang biasa buat chatting, Yahoo Messanger

2we
Apaan tuh? 2we itu singkatan untuk 2 windows explorer. 2 explorer untuk buka C:\ tempat nyimpen project (aplikasi) dan D:\arifi tempat nyimpen non project yang aplikasi.

5ie
Nah kalo yang ini tuh 5 internet explorer.
1. mail.yahoo.com
2. mail
3. detik.com
4. ayipi.blogspot.com
5. friendster.com

Thursday, March 09, 2006

Hari-hari

Sekarang Kamis :)
Besok Jumat ;)
Besoknya Sabtu :D
Besoknya lagi Minggu :))
Besoknya? Senin lagi...
So what gitu loh...

Wahai sabitku,
tak bisakah kau berjalan
tanpa langkah sang mentari
menuju purnama yang indah

~countdown

Wednesday, March 08, 2006

Meeting tadi

Meeting tadi ternyata gitu doank :p (Hush... hati2 pake kata doank). 'Cuma' briefing dari supervisor (?) dan beliau ngasih tau what should I do in this week.

~asik... bebas koding :)
~tapi bikin dokumen kan lebih ribet :(
~gpp deh, yang penting bebas koding buat sementara :p

None

Hari ini ga ada artikel yang bisa dipublish soalnya mau nyiapin materi meeting yang hari ini diajuin jadi jam 1/2 9. Tadinya sih rencananya jam 1-an gitu. Karena diajuin jadi ga sempet bikin tulisan deh :(

*Si Hitam says :*
~ga ada yang dipublish? lha ini apaan donk... :-?
~emang kemarin kemana aja kok belum nyiapin materi

*Si Putih says:*
~ini cuma pemberitahuan tau... :p
~kemarin tuh arifi banyak kerjaan jadi ga sempet nyiapin
~tapi... kalo banyak kerjaan kenapa kemarin pulang cepet? :-? nih anak emang suka bikin bingung. Bahkan horcrux-nya sendiri aja dibikin bingung

Monday, March 06, 2006

Horcrux

Horcrux! Bagi yang udah baca Harpot 6, siapa yang ga kenal ama istilah ini. Buat yang belum tau, ini ada beberapa referensi tentang Horcrux.
"... Itu adalah ilmu yang sangat Hitam, betul-betul sangat Hitam," kata Slughron.

"... Horcrux adalah sebutan bagi benda yang digunakan orang untuk menyembunyikan jiwanya."
Itulah dua referensi dari Slughorn tentang Horcrux. Lalu, apa hubungannya dengan blog ini? Blog dan Horcrux! Nggak nyambung kan? Makanya kalo pengen liat hubungannya, baca ampe abis yach... :)

Tom RIddle alias Lord Voldemort menggunakan horcrux untuk membelah dan menyimpan sebagian cabikan jiwanya supaya kaga ade matinye, seperti kate Slughorn
"dan menyembunyikan belahanya dalam benda di luar tubuh. Kemudian, bahkan jika tubuh orang itu diserang atau dihancurkan, orang itu tak bisa mati, karena sebagian jiwanya tetap terikat kepada bumi dan utuh. Tetapi, tentu saja, eksistensi dalam bentuk seperti itu..."
So, apa hubungannya dengan dengan blog ini? Sabar dulu donk... Ok deh sekarang gw kasih tau. Seperti Who Know Who, gw juga punya ambisi yang sama. Jadi penyihir hebat? Beajar ilmu hitam? Eits... jangn buru2 nyimpulin gitu donk. Maksudnya, gw juga pengen eksistensi gw di blog tetap diakui meskipun gw 'mati' (baca:keabisan ide). Dan salah satu cara untuk merealisasikan itu, gw mengadopsi cara Voldemort dalam menjaga eksistensinya. Membuat Horcrux! Yup, entah lo semua pada sadar apa nggak, sejauh ini gwtelah 'membelah jiwa' dan menelurkan horcruxes (bentuk jamak dari horcrux). Ada yang embedded (Si Hitam dan Si Putih), dan ada yang nggak (selain yang dua itu). Lalu untuk apa gw bkin banyak horcrux. Bukankah satu aja udah cukup. Seperti gw bilang, gw ga ingin blog ini mati saat gw 'mati'. Makanya gw bikin horcrux dan menyimpannya ke dalam jiwa yang dapat berpikir dan berkomentar sendiri :p Semakin banyak horcrux yang gw bikin, semakin rame pula blog gw, hehehe...

Beberapa horcrux yang sudah gw bikin adalah
- Si Putih yang baik hati, suka menolong, dan rajin menabung (halah....)
- Si Hitam, si jelek yang suka nyela (kayak sapa hayo... hayo pada ngaku :p)
- Penghuni blog yang ramah
- Aku, si filosof (coming soon, berhubung proses pembelahan jiwanya belum sempurna maka belum bisa hadir di sini. Tunggu aja... :D)
- Rahma, ini horcrux paling aktif dan sekaligus paling bandel karena nggak mau mengakui kalo dia adalah salah satu horcrux :p Dia kayak pinokio, boneka kayu yang ingin jadi manusia seutuhnya, hehehe...

So, sekarang jangan pada bingung kalo gw, arifi, jarang nongol ngasih komentar ato shoutbox karena gw sering 'mati'. Tapi tenang aja, horcruxes gw selalu siap siaga menghidupkan blog ini kok. Dan bukan tidak mungkin, gw akan terus membuat horcruxes baru supaya seperti kata rekan uyo, "billy dan 24 kepribadiannya ", huahahahahaha......

Friday, March 03, 2006

Fastest Lap

Ternyata udah lama juga ya, gw ga publish artikel lagi di blog. Udah 2 hari lho :p Makanya gw pengen nulis apa aja deh buat ngisi ni blog. Biar kesannya up-to-date gitu deh... :D

Eh, pas gw pengen nulis-nulis ga jelas gitu, tau2 tadi gw mecahin rekor baru lho pagi ini. Rekor yang gw buat beberapa hari (minggu kali....) lalu gw pecahin hari ini. Kayak judulnya, hari ini gw bikin fastest lap satu putaran (eh, ga muter dink, cuma lewat dua belokan doank, belok kanan ama belok kiri :D) dari kos ke kantor. Semenit lebih cepat, 14 menit tepatnya. Sayang jam di hp gw ga ada detiknya. Jadi cuma tau bedanya semenit, ga ada selisih detiknya. Mungkin ini yang perlu buat pengembangan produk di pabrik tempat gw kerja. Sekarang kan sudah jamannya digital. Penunjuk bahan bakar ama km aja udah pake digital, jadi kenapa ga ditaro sekalian jam atau paling nggak stop watch deh. Biar ketauan berapa lama tuh kendaraan dipake. Selama ini baru ngitung km aja kan? Wah, iya tuh, bisa gw ajuin proposalnya ke perusahaan :)) Lumayan kalo gw jadi cepet naik pangkatnya :p

Kalo penunjuk waktunya udah ada, nanti tinggal ditambain lagi fitur-fitur yang masih berhubungan banget, kayak yang di GP F1 itu. Inget kalkulus kan? Ada mean, medium, modus, max, min. Jadi semua speed bisa dicatet, gitu lho. Apalagi kalo ditambahin lagi fitur yang ga cuma berhubungan ama jarak n speed, tapi juga berhubungan ama berat. Misalnya penunjuk beban penumpang. Nah... pasti kalo sudah ada unsur jarak (S), waktu (T), massa (M), pasti bakalan banyak deh kesimpulan yang bisa didapet. Kesimpulan? Yup! Bener banget. Pasti bakalan banyak persamaan matematis atau fisika yang bisa di dapet. Kecepatan, Percepatan, dan Momentum adalah beberapa contohnya.

Oya, biar ga pusing mikirin matematika atau fisika, seperti kata temen gw, ada bagusnya kalo di display tersebut juga ditambahkan game. tentu saja dengan sedikit tambahan tombol atau mungkin ada embeded joystick. Selain kalo lagi pusing, game itu juga bisa dimaenin kalo lampu merah pas lagi merah yang nyala. Asik kan... ;p

Barusan gw nulis apaan ya?
Antara realita dan imajinasi, huahahahaha
Makin terbukti deh kalo tulisan gw ga jelas... =))

Wednesday, March 01, 2006

Record of the Month

Satu bulan yang lalu, tepatnya 1 Februari 2006, merupakan titik balik dalam dunia per-blog-an gw *Si hitam : So what getho loh... Emang penting banget gitu, lagak lo tu ye... kayak orang gede aja, belagu. Si Putih : Udah Rif, jangan dengerin, biarin aja, terus aja nulis. Aku tahu kok kalo kamu sebenernya punya bakat nulis. Tapi karena belum nemuin sarana yang pas aja jadi ga kliatan. Blog ini merupakan salah satu sarana yang cukup efektif lho buat melampiaskan hasrat menulismu itu. Yah....meskipun tulisanmu itu... emang ga jelas juga sih :p aduh sory aku ga bisa bo'ong nih :)) So, tulis aja terus, jangan dengerin si Hitam. Apalagi katanya kamu pengen bikin cerpen, novel, serial ato whatever lah. So, tulis terus...*. Pertama kali dalam sejarah (kali ini sejarah beneran nih, bukan sejarah yang mulainya tahun 2006) gw nulis sembilan artikel dalam sebulan (feb). Tujuh sudah dipublish dan dua masih dalam draft. Sebuah kemajuan yang mudah2an bukan kemajuan sesaat.

Dua artikel yang masih dalam draft juga merupakan salah satu obsesi *Si Hitam : Obsesi? Obsesi dari hongkong? huahahaha... Makan tuh obsesi, nulis aja masih pletat-pletot =)) Si Putih : Rif, setiap orang pasti punya obsesi, apapun itu. Jangan biarin obsesi itu terkikis oleh serbuk-serbuk keraguan yang disebarkan Si Hitam. Keep Fight Man!!!* tersembunyi yang muncul setelah gw mengenal blog. Apa itu? Tunggu aja lanjutannya... Makanya sering2 deh cek blog ini :p

Coming Soon...
Aku, seorang tokoh yang namanya tidak boleh disebut.
Aku, antara realita dan imajinasi.
Aku, dont mizz it...