Judul : The True Power of Water
Pengarang : Masaru Emoto
Penerbit : MQ Publishing
Tebal halaman : 192
Tahun : 2006
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Masaru Emoto terhadap air membawa suatu pengetahuan yang dapat merasionalkan anggapan-anggapan yang tadinya hanya dapat dikenal melalui sisi spiritual. Masaru Emoto dan timnya melakukan penelitian bentuk unsur-unsur terkecil air jika dilihat secara detail dengan mikroskop. Hasilnya menunjukkan bahwa air memiliki aneka ragam bentuk. Ada yang acak, ada yang tampak biasa, dan ada yang berbentuk kristal. Kristal yang terbentuk pun bermacam-macam pula.
Percobaan dilanjutkan dengan memberikan perilaku-perilaku yang berbeda terhadap air yang sama. Air yang ditempatkan di gelas dan diberi label "Cinta" akan memberikan bentuk yang berbeda dengan air yang ditempatkan di gelas berlabel "Bodoh". Air yang berlabel "Cinta" akan membentuk kristal yang indah. Sementara air yang lain tidak akan membentuk kristal. Bahkan tidak memiliki bentuk sama sekali alias berantakan. Percobaan tidak hanya dengan kata-kata itu. Kata-kata lain pun dicoba dan memberikan hasil yang serupa. Kata-kata yang baik akan mempengaruhi pola air dalam membentuk kristal. Sementara kata-kata yang tidak baik akan merusak bentuk air.
Selain kata, obyek yang diuji cobakan adalah lagu. Air yang diletakkan dalam ruangan yang diiringi musik classic akan jauh berbeda bentuknya dengan air yang diletakkan dalam ruangan yang dipenuhi nuansa metal dengan lirik-lirik yang keras. Dari percobaan-percobaan ini dapat disimpulkan bahwa air ternyata dapat 'berinteraksi' dengan lingkungan sekitarnya.
Dulu, sewaktu kecil, saya pernah dinasihati oleh orang-orang tua, bahwa sebelum makan, hendaknya kita berdoa dulu supaya makanan kita tidak diambil oleh setan. Pada saat itu, saya tentu saja tidak dapat membantah karena takut makanan saya diambil setan. Seiring perkembangan akal, akhirnya saya mengetahui bahwa dari sisi spiritual hal tersebut memang dianjurkan. Senantiasa berdoa sebelum melakukan sesuatu supaya mendapat kemudahan dari-Nya.
Majunya teknologi akhirnya dapat menjelaskan secara logis mengapa hal-hal tersebut dianjurkan. Kita, manusia, terdiri dari sebagian besar air. Sesuai percobaan-percobaan di atas, kondisi sekitar kita tentu akan mempengaruhi air-air yang menyusun tubuh kita. Respon air pun akan merepresentasikan ke dalam perasaan kita.
Mungkinkah ketika kita mengumpat akan merasakan kedamaian? Umpatan-umpatan yang kita lontarkan akan mempengaruhi air di tubuh kita. Air akan memberikan respon negatif dan meneruskan ke dalam jiwa kita. Aura negatif tersebut lah yang akan kita rasakan. Sebaliknya, jika kita sedang melantunkan ayat-ayat suci Al Quran yang penuh dengan kalimat-kalimat indah, mungkin kah kita merasakan kegelisahan? Mungkin saja, jika apa yang kita pikirkan lebih kuat dari yang kita lantunkan. Maka perasaan pun akan terpengaruh dengan apa yang kita pikirkan, bukan kita lantunkan.
Penelitian-penelitian itu tidak hanya membuktikan bahwa air dapat menyentuh perasaan saja. Unsur air dalam tubuh kita ternyata juga dapat memberikan respon yang bagus untuk kesehatan. Dengan menggunakan prinsip air yang 'berakal', muncullah sebuah alternatif pengobatan dalam dunia kesehatan.
Wallahualam.
Showing posts with label Resensi Buku. Show all posts
Showing posts with label Resensi Buku. Show all posts
Wednesday, May 30, 2007
Thursday, April 12, 2007
Sybil
Judul : Sybil (Kisah nyata seorang gadis dengan 16 kepribadian)
Pengarang : Flora Rheta Schreiber
Penerjemah : Sarlito W. Sarwono
Penerbit : Pustaka Sinar harapan
Tebal halaman : 496
Tahun : 1973
Buku ini mengisahkan seorang wanita bernama Sybil yang tinggal di Willow Corner dengan 16 kepribadiannya. Sybil dibesarkan oleh seorang Ibu yang mengasuh dengan penuh kekerasan. Sementara itu, Bapaknya seolah 'tidak tahu apa-apa' dengan pola asuh istrinya terhadap anaknya itu. Kondisi ini membuat kepribadian Sybil terpecah. Perpecahan ini terjadi karena 'dia sendiri' tidak sanggup menghadapi segala kondisi yang dia alami. Dalam kondisi seperti ini, dia bisa menjadi seseorang yang lain. Sementara dalam kondisi yang berbeda lagi dia bisa menjadi seseorang yang berbeda lagi. Namun, pribadi-pribadi yang hidup dalam diri satu orang tersebut bahkan tidak dapat saling berkomunikasi.
Selama bertahun-tahun Sybil hidup dalam kepribadian majemuk tanpa tahu yang sebenarnya. Banyak sekali konflik-konflik yang muncul karena kepribadian majemuk tersebut. Pertemuannya dengan Dokter Wilbur memberikan warna baru dalam hidupnya. Bertahun-tahun dia berkonsultasi dengan Dokter itu. Perjalannya pun tidak mudah. Namun, semangat Sybil untuk bisa 'sembuh', dukungan Dokter Wilbur, dan 'persetujuan' individu-individu yang lain dalam dirinya, berhasil membuat Sybil bertahan dalam proses penyembuhan tersebut hingga akhirnya Sybil dapat hidup tenang.
Buat yang suka bacaan psikologi, buku ini bisa menjadi salah satu buku yang wajib baca. Buku ini dipenuhi konfilk-konfilk kepribadian dalam diri seseorang. Apalagi buat yang ingin mencoba untuk 'menciptakan' pribadi-pribadi baru, buku ini bisa menjadi salah satu referensi. Tapi buat kamu-kamu yang mau pinjam buku ini, maaf ya, saya juga pinjam sama orang lain, hehehe...
Pengarang : Flora Rheta Schreiber
Penerjemah : Sarlito W. Sarwono
Penerbit : Pustaka Sinar harapan
Tebal halaman : 496
Tahun : 1973
Buku ini mengisahkan seorang wanita bernama Sybil yang tinggal di Willow Corner dengan 16 kepribadiannya. Sybil dibesarkan oleh seorang Ibu yang mengasuh dengan penuh kekerasan. Sementara itu, Bapaknya seolah 'tidak tahu apa-apa' dengan pola asuh istrinya terhadap anaknya itu. Kondisi ini membuat kepribadian Sybil terpecah. Perpecahan ini terjadi karena 'dia sendiri' tidak sanggup menghadapi segala kondisi yang dia alami. Dalam kondisi seperti ini, dia bisa menjadi seseorang yang lain. Sementara dalam kondisi yang berbeda lagi dia bisa menjadi seseorang yang berbeda lagi. Namun, pribadi-pribadi yang hidup dalam diri satu orang tersebut bahkan tidak dapat saling berkomunikasi.
Selama bertahun-tahun Sybil hidup dalam kepribadian majemuk tanpa tahu yang sebenarnya. Banyak sekali konflik-konflik yang muncul karena kepribadian majemuk tersebut. Pertemuannya dengan Dokter Wilbur memberikan warna baru dalam hidupnya. Bertahun-tahun dia berkonsultasi dengan Dokter itu. Perjalannya pun tidak mudah. Namun, semangat Sybil untuk bisa 'sembuh', dukungan Dokter Wilbur, dan 'persetujuan' individu-individu yang lain dalam dirinya, berhasil membuat Sybil bertahan dalam proses penyembuhan tersebut hingga akhirnya Sybil dapat hidup tenang.
Buat yang suka bacaan psikologi, buku ini bisa menjadi salah satu buku yang wajib baca. Buku ini dipenuhi konfilk-konfilk kepribadian dalam diri seseorang. Apalagi buat yang ingin mencoba untuk 'menciptakan' pribadi-pribadi baru, buku ini bisa menjadi salah satu referensi. Tapi buat kamu-kamu yang mau pinjam buku ini, maaf ya, saya juga pinjam sama orang lain, hehehe...
Subscribe to:
Posts (Atom)