Showing posts with label Office. Show all posts
Showing posts with label Office. Show all posts

Wednesday, September 17, 2008

Training HR

Untuk ke sekian kalinya, saya diikutkan oleh kantor di dalam sebuah training. Namun kali ini trainingnya 'cukup berguna'. Saya katakan cukup berguna karena training ini diadakan sesuai dengan area yang saya pegang saat ini, yaitu area HR. Training yang saya ikutin adalah SAP HR400 tentang payroll. Dan tumben, training tidak diadakan di kantor, tapi di luar. 

Tapi ternyata, trainingnya tidak seperti yang saya harapkan. Karena kurikulumnya internasional, maka yang diajarkan di dalam training adalah payroll internasional. Padahal, payroll yang digunakan di kantor adalah payroll Indonesia. Hmm... nggak useless-useless amat sih. Meskipun jauh dari ekspektasi.

~hari ketiga dari lima hari

Tuesday, July 22, 2008

Akhirnya

Kelar juga proses payrollnya. Hmm... bisa tidur nyenyak lagi deh...

Tuesday, January 22, 2008

Go Live

Bulan januari ini project yang sedang aku tangani sejak bulan Juli mulai live. Menyambut live-nya aplikasi ini, jadwal kerjaku jadi semakin padat dan semakin berantakan. Lima hari liburpun sudah berubah menjadi hari lembur. Tapi itu sepertinya baru awal, hahaha...

Tanggal sepuluh kemarin (tanggal merah), setelah aku mengundang teman-teman untuk bermain sepak bola di lapangan BNI, aku dipanggil dari kantor untuk menyelesaikan masalah yang muncul (sori ya guys, yang ngundang maen bola nggak ikutan maen, hihihi...). Akhirnya jam setengah dua aku sampai kantor dan pulang setengah sembilan.

Sabtu kemarin, setelah nganterin Lay bertransaksi, aku berencana untuk sekedar jalan-jalan dan nonton bioskop. Tapi ternyata, sekitar jam lima, aku kembali ditelpon untuk datang ke kantor. Akhirnya jam jam tujuh aku kembali berada di kantor sampai jam dua hari minggunya. Malamnya, sekitar pukul tujuh hari minggu, aku kembali dipanggil untuk datang ke kantor. Aku baru pulang jam enam hari Seninnya. Satu setengah jam kemudian, aku sudah berada di kantor lagi untuk bekerja seperti biasa. Itu artinya dari minggu sore sampai memasuki jam kantor keesokan harinya, aku belum tidur. Akhirnya, menjelang siang, seperti ada kingkong yang bergelantungan di kelopak mataku. Susah sekali untuk membuka mata (halah, kaya nggak biasanya aja :p). Aku hanya sempat tidur di masjid kurang dari setengah jam setelah solat duhur. Dan setelah itu, aku mulai bekerja seperti biasa (termasuk 'masa-masa kritis'nya, hahaha...). Malam harinya, aku masih diminta untuk terus mengerjakan tugas-tugas yang lain. Tapi berhubung mata sudah terasa begitu perih (melototin komputer sekitar 20 jam bo...), akhirnya aku menolak dengan alasan itu. Syukurlah, akhirnya aku diijinkan pulang. Di kosan, aku meneparkan diri dengan mulus tanpa hambatan berarti.

Hmm... sepertinya masa-masa ini belum akan berakhir. Yah... nikmati aja lah, masih banyak orang di luar sana yang begitu mendambakan sebuah pekerjaan. Apalagi ada embel-embel Astra, hehe...

OOT:
"Kerja dimana sekarang Rif?"
"AHM"
"Apaan tuh?"
"Astra Honda Motor"
"Oh... Astra ya? Kenal si Anu nggak? Dia kan kerja di Astra juga. Enak ya kerja di Astra, gajinya gede."
Dalam hatiku "Hmm... gaji gede? Padahal kalo ngomongin gaji pasti aku sudah pengen pindah kerja, hehehe... Tapi nikmati dulu aja lah. Seperti kata orang, rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau."

Friday, December 28, 2007

Akhir Tahun

Akhir tahun, seperti layaknya umumnya perusahaan, selalu ada libur / cuti bersama. Begitu juga dengan di sini. Kebetulan liburan ini juga dekat dengan liburan idul adha dan natal. Kemarin perusahaan meliburkan dari tanggal 20 sampai 25. Dan nanti, tanggal 29 sampai tanggal 2, perusahaan juga meliburkan.

Tapi... setelah mengatur jadwal persiapan go live project, ternyata 'jatah' libur untukku hanya tanggal 1. Itu pun bukan karena tanggal merah atau tahun baru, tapi karena servernya mati, hehehe... Entah apa yang harus kurasakan. Senang? Sedih? Hmm... keduanya juga boleh sih.

Sepertinya harus menyiapkan kembang api supaya kalau tanggal 31 masuk sampai malam, bisa ikutan menyalakan kembang api di atas gedung ketika tahun berganti, hehe....

Wednesday, December 26, 2007

Counting Down

Enam bulan dilalui sejak Juli 2005, setelah melalui masa penjajakan, akhirnya saya harus mengakhiri hubungan itu. Bukan berakhir total. Tapi berakhir justru dengan sebuah hubungan baru. Sejak saat itu, saya harus menjalani hidup dalam sebuah ikatan.

Tidak terasa, waktu terus berjalan. Hampir dua tahun sejak ikatan itu di deklarasikan, sudah saatnya ikatan itu diputuskan. Membuat saya merasa bebas, hidup tanpa ikatan lagi. Ah... ternyata ikatan itu sirna juga. Sungguh tak terasa. Tapi... setelah melihat masa lalu lagi, ternyata masih ada satu ikatan lagi yang masih membelenggu. Ikatan itu belum benar-benar lepas. Tapi setidaknya, perlahan, ikatan itu mulai lepas satu persatu.

Hidup Kebebasan!!!

Friday, September 07, 2007

Amigos 12

Pernah mendengar Ocean 12? Pasti pernah kan? Yup, itu adalah judul film tentang sekelompok orang yang memiliki misi di tiap filmnya (11-13). Misinya adalah mencuri sesuatu.

Tapi... pernahkah mendengar Amigos 12? Pasti belum! Karena adegannya baru di buat kemarin. Tapi sayang, adegan itu bukan untuk publik. Penasaran dengan ceritanya? Ini gue ceritain.

===

Alkisah pada suatu siang, menjelang saat makan siang, sekelompok anggota tim bingung membicarakan mau makan dimana. Sebagian memutuskan untuk makan di kantin. Sementara yang lain, sibuk membicarakan hal yang tak berujung. Akhirnya, diputuskan untuk makan di Pak Ugi, Kelapa Gading. Seorang anggota tim mengajak gue untuk ikutan. "Emang masih cukup mobilnya?" tanya gue, kata dia sih masih bisa. Gue liat-liat, orangnya emang sekitar delapan. Dengan mobil Panther, pasti cukup lah.

Akhirnya para anggota tim yang turun ke bawah untuk menunggu si Panther di depan lift gedung belakang. Tapi... ternyata yang ikutan turun ada dua belas orang. Hah!?!? Ketika si Panther datang, para anggota tim mulai ragu. "Mana cukup dua belas orang dengan satu Panther?" Mungkin begitulah pikiran yang lain. Tapi... akhirnya empat orang langsung ke belakang. Dengan asumsi di depan muat untuk dua orang, berarti masih tersisa enam orang untuk di bagian tengah. Hmm... hayo gimana ngaturnya. Akhirnya satu orang ke belakang dan lima orang sisanya duduk di bagian tengah. Silakan bayangkan sendiri gimana posisinya, hehehe...

Di tengah perjalanan, seperti biasa, masih ada diskusi mengenai tujuan. Setelah muncul dua opsi, Pak Ugi dan Amigos, diputuskan untuk ke Amigos karena lebih banyak variasi makanan (jadilah tim ini dinamakan Amigos 12, hehehe...). Di Amigos, Amigos 12 terpisah menjadi dua bagian. Satu ke Sriwijaya, satunya lagi ke mana sih?

Saat-saat kembali ke kantor juga tidak kalah menarik. Si empunya Panther mampir di tempat isi nitrogen. Wah, kasian si Panther, overload banget, haha... Normalnya, ban belakang diisi dengan 33. Tapi sewaktu mengisi, si abang pengisi bingung karena bannya tidak kunjung menormal. Dia pun bertanya pada si empunya Panther,
"Emang di mobil ada berapa orang mas?"
"Dua belas..." jawab si empunya sambil tersipu malu. Abangnya cuma nyengir aja, hehe...
Akhirnya sama abangnya ditambahin lagi jadi 35. Ketika si Panther meninggalkan tempat, si abang mengantarkan kami dengan senyuman. Entah, senyuman macam apa itu...

===
Amigos 12 members:
Febri, si empunya Panther
Sulkhan
Nyanyo
Widodo
Iman
Wahyu
Ayip
Duta
Esti
Helva
Ninid
Siska

Next time project: Amigos 13, menjelang puasa... hahaha...

Friday, August 24, 2007

Notebook

Hari ini adalah jadwal gue untuk mengambil notebook di gudang. Yuhuu!!! Akhirnya pake notebook juga. Cape mindahin komputer terus. Emang kita OB? Hehehe... Jadi yang harus dipikirin sekarang adalah nyari installer-installer, game-game, lagu-lagu, dan perangkat buat ngenet, hehehe...

Wednesday, August 22, 2007

Mutilasi

Mulai Senen kemarin, gue memutilasikan diri untuk posting. Karena mulai Senen kemarin, tim project baru saja me-launching sebuah blog sebagai sarana komunikasi antar anggota tim. Karena itu, sekarang gue mungkin jadi jarang ngeblog nih.

Wednesday, August 15, 2007

Seminar Sehari [2]

Seminar yang gue pikir menjemukan, ternyata ada baeknya juga buat gue. Soalnya di akhir sesi pertama, sebelum makan siang, gue mendapatkan dorprais sebuah topi. Lumayan lah, hehehe...

Seminar Sehari

Hari yang menjemukan. Hari ini gue mendapat undangan untuk mengikuti seminar SOA. Seharian! Dari pukul delapan pagi sampai pukul setengah lima sore. Fiuh... cape deh... ngantuk deh... b**o deh... Apalagi... yang ngasih seminar you-know-who and team.

Tuesday, August 14, 2007

Pembagian Jatah

Setelah enam belas hari mengikuti training SAP - HR, akhirnya tibalah saatnya pembagian 'jatah'. Kemarin para peserta training dikumpulkan. Pada meeting tersebut, pihak management mengalokasikan resource-resource yang ada untuk bergabung dalam tim SAP - HR. Di tim ini, gue mendapatkan dua tempat, yaitu di tim MD dan OM.

Umm... sejauh ini kegiatan project masih santai karena belum ada kerjaan yang bisa dikerjain. Tapi nggak tau deh ntar. Kayanya bakalan sering absen di saturday futsal fever nih. Mudah-mudahan Sunday futsal fever yang sedang di develop bisa go live dalam waktu dekat, biar ada alternatif lain.

Friday, August 10, 2007

Oleh-oleh dari Citarik [2]

Cerita sebelumnya

Pagi hari -mungkin sekitar pukul satu-, udara menjadi dingin sekali. Gue yang hanya memakai celana pendek dan kaos biasa, mengigil setengah mati. Mungkin inilah hawa dingin terparah yang pernah menusuk tulang rusuk. Gue hanya bisa meringkuk karena tidak adanya pelindung dingin yang menempel di badan. Kaki ditekuk, paha menempel pada tangan yang tertekuk di depan dada. Anjrit! Masih dingin. Gue nggak bawa jaket. Ada celana training panjang di tas. Tapi hawa dingin itu telah membunuh hasrat untuk keluar tenda menuju tempat tas berada.

Sekitar pukul empat -mungkin-, terdengar riuh suara monyet -di sini bukan ayam yang jadi petugas buat bangunin orang tidur-. Dan salah satu monyet -sepertinya- membuat suara aneh di sekitar tenda. Febri yang pertama mendengar.

"Pak, denger suara aneh gitu nggak? Takutnya monyet tuh, mo ambil barang-barang kita." Tanya dia sama gue.

"Nggak tau tuh," kilah gue yang masih terkantuk-kantuk dalam hawa dingin yang begitu dahsyat.

Akhirnya Febri keluar tenda dan menanyakan hal serupa pada Sulkhan. Dengan tegas Sulkhan juga menjawab nggak. Akhirnya Febri pun masuk lagi ke dalam tenda. Tiba-tiba Sulkhan mengikuti jejak Febri memasuki tenda. Hahaha... sepertinya Sulkhan tidak yakin dengan jawabannya sendiri barusan. Daripada tidur ditemani monyet, akhirnya dia memilih tidur di dalam tenda. Dia melepas sleeping bagnya. Kebetulan, sleeping bag itu gue pakai buat penangkal dingin. Lumayan, ada perubahan.

Sekitar pukul lima, ketika para ibu mulai memasak sarapan -nasi, mie, kornet, ikan sarden- gue bangun dari tidur dingin gue -bukan tidur pules-. Seumur-umur, baru kali ini lah -di hutan ini- gue solat tanpa wudhu, tapi dengan tayamum. Di sekitar sini tidak ada sumber air. Satu-satunya sumber air adalah air mineral beberapa botol yang kami bawa dari base camp -caldera-. Itupun untuk minum, masak, dan cuci peralatan makan.

Hal yang cukup merepotkan di pagi hari di tempat yang tidak ada air adalah -sebenernya mungkin terlalu 'vulgar' untuk menceritakan ini, tapi kayanya sayang kalo nggak diceritain, seru banget sih, hehehe- memenuhi panggilan alam. Gue sudah berusaha menahan diri. Tapi apa daya perut terlanjur protes. Akibatnya, gue langsung mengambil senter untuk mencari koordinat yang pas. Akhirnya, lega juga. Lain lagi cerita Febri, ketika melewati 'dapur', dia diminta untuk melakukan sesuatu. Tapi dengan tangkas dia langsung menepis request itu dan berlari mencari koordinat juga. Yang lainpun segera mengerti dengan apa yang barusan terjadi, hahaha. Di kelompok lain juga terjadi hal yang sama. Ada Nyanyo dan Pak Wahyu yang juga berlomba mencari koordinat di gelapnya pagi. Nyanyo mungkin menjadi salah satu peserta outbound terajin karena dia menggunakan golok untuk mengubur sisa-sisa kehidupannya. Dan goloknya... ah... sudah lah, terlalu dalam untuk dibahas, hahaha...

Sekitar pukul tujuh, setelah makan dan bebenah -tas, tenda, matras, dan sleeping bag- kami berkumpul semua -semua tim- untuk melanjutkan perjalanan. Perjalanan kali ini adalah pencarian azimut dengan kompas. Kami diberi dua puluh lima azimut untuk mencari target akhir. Sebuah saung di atas kolam yang dialiri air yang begitu menyegarkan. Setiap tim dibekali dua buah kompas dan secarik kertas dimana tersimpan kedua puluh lima azimut yang harus kami temukan.

Kami berjalan menyusuri jalan setapak selama kurang lebih setengah jam. Akhirnya kami tiba di sebuah 'pasar air'. Pasar air adalah pasar kaget yang menjual air mineral -isi ulang- dengan harga empat ribu dolar caldera per botol ukuran satu setengah liter. Mahal! Tapi tak ada pilihan. Karena itu adalah sumber kehidupan kami. Di tempat ini, berkuran glagi salah satu Badakers, Mba Valy, karena ada keperluan di Jakarta. Perjalanan dilanjutkan dengan alat transportasi darat, mobil bak. Tapi itu tidak diperoleh secara gratis. Kami harus membayar dua puluh ribu dolar caldera. Tapi kami beruntung memiliki ibu-ibu yang pandai menawar, terutama Femmy. Perjuangannya untuk mendapatkan harga miring sungguh fantastis. Ketika kelompok lain tetap membayar dua puluh ribu, kami 'hanya' membayar lima belas ribu. Akhirnya kami pun menggunakan transportasi darat menuju titik awal pencarian jejak.

Pada pencarian titik A, Donny dan Febri bertugas sebagai explorer yang mencari target -kertas kotak kecil berwarna ungu yang menempel di sebuah pohon-. Setelah ditemukan, semua tim pun menyusul ke titik A. Pada pencarian titik B, terjadi kesalah pahaman. Donny melihat sebuah kertas di pohon. Semua tim pun beranjak dari titik A menuju titik B. Namun ternyata kertas yang dilihat Donny milik kelompok lain. Akhirnya gue dan Donny kembali mencari titik A untuk memulai lagi pencarian titik B. Sementara itu, yang lain masih mencoba mencari-cari di sekitar ditemukannya 'salah kertas' tadi. Dalam pencarian titik B ini, gue sempat jatuh terjerembab karena kaki gue masuk lubang yang tidak kelihatan di tanah miring. Untung lah tanah miring itu tidak terlalu tinggi sehingga tangan yang mencoba menahan dada ketika terjatuh tidak terlalu sakit. Tapi tetap saja sakit itu cukup menggangu perjalanan.

Mulai pencarian titik C, kemampuan Esti menggunakan ajian mata elang sangat membantu pencarian kertas ungu itu. Dalam jarak yang cukup jauh -mungkin lebih dari lima puluh meter, atau bahkan seratus meter lebih-, dia dapat melihat target. Luar biasa! Makan apa sih ini anak. Matanya kok bisa tajam banget. Puncaknya adalah menjelang akhir. Sebelum kompas mendekat ke mata gue, dia sudah teriak, "Woi... ketemu!!!" Gila ini anak. Gue belum 'nembak', dia sudah nemuin duluan. Wah... pokoke T-O-P-B-G-T deh si Esti.

Di bawah titik terakhir, ada kolam yang airnya sungguh menyegarkan. Kami beristirahat di kolam tersebut. Gue membasahi tangan, kaki, muka, dan kepala. Swueger!!! Ternyata pencarian jejak ini bukan game terakhir. Setelah menyegarkan diri, kami bermain spider web. Itu lagi-itu lagi. Sudah lebih dari tiga kali gue mengikuti game seperti ini. Sebenernya bosen juga sih. Tapi kalo berhasil melewati tantangan ini, kami diiming-imingi uang sebesar tujuh puluh lima ribu. Lumayan buat tabungan, hehehe.

Hari itu hari jumat. Masih ada setengah jam untuk menuju perkampungan terdekat yang ada masjidnya. Setengah jam kami berjalan, ternyata yang kami temukan bukan masjid, tapi sebuah madrasah. Dan untuk menuju masjid, kami masih harus berjalan setengah sampai satu jam. Kalaupun berangkat, mungkin solat jumat sudah selesai. Akhirnya, kami para lelaki muslim solat duhur dan asar bersama di madrasah itu sementara yang lain menyiapkan makan siang, nasi dan mie -lagi?-.

Perjalanan berikutnya, kami menggunakan transportasi darat kembali. dan seperti biasa, sang penawar dari tim Badak, Femmy, berhasil membayar lima belas ribu dari harga yang sudah dipatok, dua puluh ribu. Kami berangkat menuju 'pelabuhan', transportasi terakhir menuju base camp. Dan di sini, sang penawar juga berhasil menego harga lagi. Sebenernya, kalau air sungainya berlimpah, perjalanan ini dapat disebut sebagai rafting. Tapi sayang, sungai sedang kering. Kami lebih banyak mendayung daripada bertualang menaklukan jeram. Instruktur berkali-kali turun dari perahu karena perahu nyangkut di antara bebatuan.

Ternyata perahu bukanlah transportasi terakhir. Dari 'pelabuhan' kami masih harus menggunakan transportasi darat lagi menuju base camp yang sebenarnya. Kami merupakan tim pertama yang berangkat menuju base camp kembali. Kami turun di tengah jalan dan kemudian meneruskan perjalanan melewati jembatan gantung yang bergoyang-goyang. Ketika sampai di base camp, ternyata ada kelompok lain yang sudah sampai di base camp. How Come? Kami berangkat duluan dari pelabuhan. Ternyata mereka diantar sampai depan base camp. Sementara kami diturunkan di pinggir jalan dan harus melewati jembatan gantung. Damn! Inikah penghargaan terhadap tim yang seharusnya sampai base camp duluan?

Lelah! Seru! Itulah rasanya. Untunglah malamnya tidak ada acara lagi. Hanya makan malam, kambing guling, kue putu, kelapa muda, dan jagung bakar -yang gagal keluar karena orangnya sudah pada tidur-. Biasanya gue kalo makan dikit. Tapi malam itu, adalah malam pembalasan. Gue beberapa kali bolak balik menuju meja hidangan mencoba semua menu yang disediakan. Ah... kenyang sekali!!!

Bersambung...

Tuesday, August 07, 2007

Oleh-oleh dari Citarik [1]

Out bound = out of boundaries

Itulah asal kata outbound. Keluar dari lingkungan kebiasaan. Sebenernya outbound bisa dilakukan dimana saja. Tapi untuk sebagian orang sepertinya outbound sudah terlalu identik dengan bertualang ke alam bebas semacam pantai, gunung, bukit, ataupun alam bebas lainnya. Kemarin, selama tiga hari, dari Kamis sampai Sabtu, gue mengikuti acara outbound yang diadakan kantor. Acara ini merupakan salah satu sarana untuk team building sebelum menjalankan sebuah project.

Kamis pagi, rombongan berangkat menuju Citarik. Siangnya, rombongan sampai di tujuan. Acara pertama adalah makan siang (pasti dong). Setelah makan siang, kami dibagi menjadi tiga kelompok, Badak, Cheetah, dan Elang. Tiap kelompok diberikan uang sebesar lima ratus ribu dolar caldera. Uang itu digunakan untuk membelanjakan perlengkapan selama menginap di hutan. Perlengkapan yang dijual beraneka ragam dari mulai tenda, sleeping bag, sampai urusan logistic seperti mie instan, telor, beras, dan sebagainya. Perlengkapan yang dibeli para Badakers dapat dilihat di sini.


Ayo belanja...

Sore harinya, petualanganpun dimulai. Semua HP dan dompet diminta dikumpulkan oleh fasilitator. Sepertinya perjalanan kali ini akan menjadi perjalanan pertama gue tanpa alat komunikasi yang bernama HP itu. Ditambah lagi, gue akan menginap di hutan. Benar-benar jauh dari peradaban. Kami menelusuri jalan setapak yang berkelok-kelok dan menanjak menuju hutan tempat kami menginap. Hutan Balata. Itu nama hutannya. Perjalanan menuju hutan tersebut cukup memakan waktu. Kami tiba di sana setelah satu jam berjalan. Tentu saja bukan seperti satu jam jalan-jalan di mall, tapi satu jam yang dipenuhi dengan pendakian.


Mejeng dulu sebelum berangkat ke hutan

Sesampai di Balata, kami mendirikan tenda. Jarak antar kelompok mungkin sekitar seratus meter. Kelompok gue mendapat view paling bagus (menurut gue). Soalnya gue dapetnya di sebelah jurang, jadi pemandangannya seru abis. Apalagi suara monyetnya rame banget (monyet
beneran lho). Tidak ada acara besar di malam harinya. Setelah mendirikan tenda dan memasak mie instant + kornet dengan bumbu rahasia ala Kelompok Badak (katanya kembali ke alam, tapi makanannya kok ya instant semua ya, hehehe...), fasilitator hanya mengumpulkan kami untuk mereview perjalanan sore tadi menuju gunung dan mengambil insightnya.


Senja di Balata

Malam itu, Ketua Badak, Pak Setia, pulang ke Jakarta. Beliau meninggalkan anak-anaknya, gue, Febri, Donny, Sulkhan, Esti, Mba Valy, Femmy dan menunjuk Febri menggantikan posisinya. Acara malam hanya diisi obrolan malam para Badakers. Kehangatan dalam kebersamaan itu mengusir hawa dingin yang memang belum terlalu dingin itu (ceile... bahasanya...). Ketujuh Badakers itu tidur di tiga tempat. Para cewe tidur di tenda cewe. Sulkhan tidur dengan sleeping bag dengan alasan suka berlatih kungfu kalo lagi tiduran. Sementara sisanya tidur di tenda cowo. Eh, tunggu dulu deh. Emang tenda cewe sama tenda cowo itu beda ya? Pasti beda. Soalnya tenda cewe itu ditempatin cewe, tapi tenda cowo ditempatin cowo. Iya kan? Nggak penting banget sih :p

Bersambung...

Nulis cerita outbound

Pengen nulis cerita outbound kemarin, abisnya seru banget sih.
Tapi males...
Tunggu ya, sampe batas waktu yang tidak ditentukan

Wednesday, August 01, 2007

Early Weekend

Yuhuu!!! Hari ini merupakan weekend buat gue. Soalnya besok nggak kerja. Besok sampe sabtu "jalan-jalan" ke citarik setelah dua setengah minggu training SAP-HR. Tapi Senennya ujian euy...

Work Hard!
Play Hard!
Sleep Hard!

Ganbatte!!!

Monday, July 30, 2007

Futsal vs Outbond

Pagi tadi, gue ngirim info ke milis mengenai jadwal futsal sabtu untuk nanti. Tidak lama kemudian, gue buka outlook dan dapat email yang isinya undangan outbond dari hari kamis sampai sabtu. So, untuk futsal sabtu depan gue cuma berpartisipasi ngirim undangannya aja, tapi nggak ikutan futsalnya, hehehe... Nitip gol yang banyak ya...

Monday, July 16, 2007

Training Lagi

Hari ini hari pertama gue mengikuti training. Kali ini gue mengikuti training Functional SAP-HR. Setelah mengikuti training ini, gue langsung dicemplungin ke sebuah Sort Term Project, HR Project. So, kemungkinan gue bakalan jarang ngupdate blog lagi nih. Mau sok sibuk dulu, hehehe...

Wednesday, June 27, 2007

Futsal oh Futsal...

Sabtu kemarin, merupakan Sabtu kedua para Saturday Futsal Warrior bermain futsal di Metro Futsal. Dengan semangat yang membara, mereka juga tidak keberatan kalau sekalian membooking lapangan untuk Sabtu depannya. Akhirnya gue pun membooking lapangan tersebut untuk Sabtu depannya.

Tapi ternyata... hari ini gue diminta masuk pada hari Sabtu buat setting layout ruang project. Katanya cuma jadi mandor para OB sih, tapi tetep aja masuk. Hiks... gimana nasib lapangan itu. Gue serahkan sama kalian semua ya... Ayo, siap-siap ganti EO ya, hehehe

Monday, June 11, 2007

Pembantaian

Ujian lisan TCA Jumat kemarin bener-bener jadi ajang pembantaian. Gue bener-bener nggak nyangka kalo bakalan ditanyain definisi dan teori sedetail itu. Gue kan praktisi (ta-e-la-...), jadi ya wajar kan kalo nggak tau banyak soal definisi. Tapi si penguji bilang, orang yang bisa praktek secara langsung, pasti bisa menjelaskan pekerjaannya secara teori. Argh... jadi males ngomongin ini. Seperti gue bilang sebelumnya, kerjaan gue sekarang kan praktisi. Kalo ditanya soal teori, dulu gue nggak ngerti, sekarang dah lupa :))

Friday, June 08, 2007

Lagi Ujian

Sebuah perusahaan pemesanan dapat menyediakan barang untuk blablabla...

Itulah kira-kira soal ujian sekarang. Pas pertama kali liat soalnya, jadi inget kuliah database waktu semester tiga deh. Nggak jauh-jauh amatlah bedanya. Bikin ini bikin itu terus kumpulin. Mudah-mudahan bisa kelar cepet biar bisa siap-siap jumatan.